Rabu, 09 Maret 2016

Si kecil yang malang (part.2)




Lanjutan si kecil malang (part.2)

Dia merintih dan menangis. " Apa sich salahku wahai Manusia? Aku hanya seekor kucing mungil yang lemah, bahkan aku tak mampu memanjat untuk mencuri makanan kalian?

Aku hanya kucing dengan perut yang sangat kecil, Aku tak serakus kalian" Bagi kalian secuil makanan yang jatuh dan tak berarti, namun bagiku itu adalah makanan kami untuk 1 hari." Teriaknya dengan suara lirih yang makin tak terdengar.
Hingga kucing itu memutuskan untuk tergeletak di tengah jalan, berharap ada kendaraan yang akan melindas tubuh mungilnya.

Melihat hal ini aku merasa miris dan sedih, hingga aku pergi darinya untuk mencari seekor ikan dari para pedagang sayur. Aku mulai menyusuri sudut sepi komplek pertokoan itu. Karena waktu sudah menunjukkan jam 13.30 tak mungkin aku menemukan orang yang masih berjualan, namun karena aku tak tahan melihat kucing tadi kelaparan, kutetapkan hati untuk terus berjalan. Dan beruntung aku berpapasan dengan satu pedagang yang sudah beranjak pulang . Aku berhentikan ibu tadi dan menanyakan apa masih ada ikan yang tersisa, dan dia bersedia memeriksa kembali kotak dagangannya dan disana dia menemukan 3 ekor ikan berukuran sedang. Dan dia memberikan semua ikan tadi dengan cukup membayar 2 ekor saja. (Hehehe....terima kasih ibu).

Segera aku berlari kembali ke tempat kucing tadi, aku lihat dia masih duduk sambil berteriak meminta makanan di salah satu teras toko. Aku angkat dia dan kubawa dia di depan tokoku dan aku bersihkan duri-duri ikan tadi dan aku hancurkan daging ikan tadi supaya dia bisa menelannya. Dan setelah aku haluskan ikannya baru dia mau memakannya. sangat lahap dia berusaha menghabiskan 1 ekor ikan tadi. Namun dia mulai diganggu kucing liar dengan tubuh besar dan kekar. Akhirnya sisa 2 ekor tadi aku bagikan pada 5 kucing dewaSa  yang berusaha mengambil makanannya.

Selang beberapa menit setelah dia makan, aku mulai lihat dia bertenaga karena dia sudah mulai berlari-lari sendiri ga jelas dengan girang di depan tokoku. Karena hari mulai sore, aku pun mulai beres-beres(persiapan pulang). Namun aku dikejutkan suara teriakan ibu pembeli berseragam pns (seperti seorang guru) , waktu aku tanya kenapa? Dia hanya berkata : " mbak, itu kasihan kucingnya sekarat?" ..... (bersambung next post...si kecil malang part.3

#oneDayOnePost. Late post for 08 maret 2016
#kucing
#cerpen

si kecil yang malang(cerpen part.1)

Si kecil yang malang (part.1)

Selasa pagi yang cukup cerah di awal bulan ini, terik matahari yang mulai menunjukkan sinarnya. Karena beberapa hari lalu selalu bersembunyi di balik awan kelabu. Pagi itu, aku mulai rutinitasku ke tempat usahaku dengan senyuman manis. Ditemani sepeda motor lusuhku, aku menyusuri jalan kota yang mulai padat dengan kendaraan. 

Namun tiba-tiba, laju sepedaku terhenti saat aku sampai di lorong jalan kecil dekat tokoku. Aku disambut oleh seekor anak kucing lucu berwarna putih abu-abu namun sedikit lusuh yang sedang terbaring lemas di tengah jalan kecil itu. Aku pun berusaha mengusirnya perlahan supaya aku bisa lewat tanpa melindasnya, dia pun mulai merangkak dengan kaki mungilnya yang tampak sangat rapuh.

Sambil menunggu si kucing mungil sedang berjalan untuk menepi, aku pun berkata dalam hati : "siapa pula sangat tega membuang seekor bayi kucing yang mungkin berusia 2 atau 3 minggu ini tanpa sang induknya? , apakah mereka tak pernah berpikir bahwa kucing ini masih terlalu kecil dan belum mampu bertahan hidup sendirian".
Karena aku sedang terburu-buru , niatku untuk mengurusi kucing ini harus aku urungkan terlebih dahulu. Karena detik jam terus berdetak dan berusaha memburuku.
Aku pun segera berlalu dari kucing itu dan melanjutkan aktivitas.

Setelah beberapa jam aku berkutat dengan kesibukan yang sepertinya tiada akhirnya itu. Akupun berusaha duduk sejenak untuk beristirahat. Namun tiba-tiba aku teringat kembali oleh si manis kucing mungil tadi, segera aku langsung beranjak dari kursi dan mulai mencarinya di sekitar tokoku. 

Kemudian aku melihatnya, dia masih berada di tempat aku meninggalkannya tadi pagi. Iya benar, dia masih terbaring lemas di tengah jalan. Aku pun menghampirinya dan mengangkat tubuh kecilnya yang teramat kurus seperti tinggal tulang belulang saja. Namun, sontak aku terkejut karena dia terbangun kemudian langsung melompat dan berlari menuju toko-toko disekitarku. Dia mulai memasuki toko satu per satu berharap ada seseorang yang berbaik hati memberi dia secuil makanan, namun bukan makanan yang dia dapat justru usiran dan tendangan kaki maupun pukulan dari sebuah sapu hingga dia terlempar cukup jauh.

Melihat hal itu, aku berkata dalam hati dengan nada sedikit geram. " Apa sich salah kucing kecil yang baru saja terlahir di dunia ini? Dosa apa yang telah diperbuatnya? Dia kan masih kecil! Tidak mungkin dia pernah menyakiti kalian, seandaikan kalian membenci dia karena kalian pernah dendam dengan kucing, apakah layak dan pantas yang mendapat hukumannya justru kucing mungil yang tidak tahu apa-apa itu? "

Sepanjang hari si kucing kecil bergumam:
" Kenapa ? Kenapa kau buang aku di tempat yang gelap ini wahai Tuan? Aku baru lahir, tegakah kau meninggalkanku disini? Tanpa Mamaku! Tanpa Saudara-saudaraku!" Teriak si kucing Malang itu sejak dini hari tadi.

Hingga setiap orang yang lewat dia bertanya: " Wahai Tuan dan Nyonya, bersediakah kalian membawaku pulang ke rumah? Aku berjanji akan patuh dan tidak nakal! Aku Mohon". Namun apalah daya kucing dengan suara lirih ini, tak ada yang peduli. Hingga pagi berganti siang, akhirnya dia mulai pupus harapan. Semakin dia berusaha mencari calon majikan, semakin dia mendapat perlakuan kasar. Dia mulai patah semangat lagi dan tidak ingin hidup lagi.
( bersambung ke next page part.2)

#OneDayOnePost  late post for 07 maret 2016
#kucing
#cerpen

Sabtu, 05 Maret 2016

Beauty tips part.1

Tips kecantikan part.1


Ngomong tentang wanita pasti buanyak hal yang bisa dibahas, namun yang paling hot issue adalah tentang kecantikan. Wanita mana sich yang tidak ingin cantik dan tampil menawan. Namun tidak sedikit pula wanita yang berpikir, make up dan tampil cantik itu ribet plus mahal. Sebenarnya tidak 100% bener, karena tampil cantik dengan make up itu tidak ribet asal tahu caranya. Serta tidak harus yang mahal hingga merogoh gaji 1 bulan, asal kita pandai - pandai mencari make up dengan harga ekonomis namun tetap berkualitas.

Pada kesempatan kali ini, aku mau bahas mengenai basic make up untuk pemula.
Sebenarnya untuk tampil cantik itu yang terpenting bukan dari wajah saja namun overall penampilan kita termasuk ketepatan busana kita dengan wajah kita. Mix and Match busana juga perlu diperhatikan.

Kembali ke make up, tujuan kita berdandan adalah untuk menunjukkan identitas dan karakter kita serta memperindah kelebihan kita terutama di bagian wajah. Dan yang pasti pilih salah satu diantara mata dan bibir mana yang mau kamu tunjukkan. 

contoh : bagi kamu yang punya bibir sekeren mbak Angelina Jolie, riasan cukup ditonjolkan dengan memakai lipstik merona yang menawan (seperti: merah klasik yang membuat kamu tampak seksi seperti marilyn monroe, sweet pink yang membuat kamu tampak segar, warna ungu  yang membuat kamu tampak misterius and buat penasaran). Dan sebisa mungkin riasan mata cukup minimalis dan tidak mencolok/natural colour(misal. Coklat tua, coklat muda, warna soft peach,dkk).

  1.  



Namun jika kamu memiliki mata yang indah , manfaatkan itu menjadi mata pemikat yang menawan...tonjolkan sisi keindahan mata kamu menggunakan eyeliner and maskara yang makin mempertajam keindahan mata kamu. Serta jangan takut untuk bermain dengan eyeshadow yang penuh ,warna dan enerjik(smokey eyes is the best choice). Dengan satu catatan... lipstiknya harus warna nude seperti coklat, coral, peach, soft pink, atau cukup menggunakan lipgloss saja. Seperti kim kadarshian yang sering menggunakan mata sebagai fokus make up nya.




JADI Kesimpulannya: PASAL PERTAMA dan PASAL WAJIB dalam berdandan yang tepat yaitu pilih salah satu yang ditonjolkan di antara mata dan bibir. Jangan sekali-kali menonjolkan keduanya, maka riasan kamu akan tampak terlalu menor kalo orang jawa bilang...hehehe. maksud saya , orang akan tidak fokus menikmati kecantikan kamu.
Itu dulu yach tips hari ini, lanjut next time yach untuk step tutorial dan tipe-tipe make up.
Oh iya kalo ini versi make up aku, yg pertama fokus mata (favorit ku) and yg kedua fokus bibir.mana yach menurut kalian yang lebih tepat untuk kalian, silahkan dicoba dan latihan sendiri yach .
 

#OneDayOnePost ODOP for 05 maret 2016
#tipscantik

My Trip My Adventure eps. Gunung Bromo

My Trip My Adventure eps. Gunung Bromo

Berbicara mengenai jalan - jalan dan wisata, bermain ke alam adalah salah satu pilihan wisata yang cukup diminati. Karena setiap hari kita sudah disibukkan dengan kehidupan perkotaan yang penuh dengan fasilitas dan suasana kehidupan yang memiliki mobilitas tinggi.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai perjalanan wisata saya ke gunung bromo. Membahas mengenai gunung pasti yang terbayang adalah mendaki dan susah payah untuk mencapai puncak.... iya bener juga sich untuk tipe gunung pendakian. Tapi karena disini , aku bicara gunung bromo yang merupakan taman nasional kawasan tengger. Jadi ga perlu persiapan extra yang ribet, yang penting adalah jangan lupa pake baju yang hangat and super tebal. Karena suhuny itu loh apalagi kalau malam menjelang pagi...brbrbr...kaya masuk kulkas.

Gunung Bromo terletak di jawa timur mencakup 3 kabupaten yaitu kab. Malang, kab.Probolinggo, kab. Pasuruan. Jalan paling lebar dan luas dan tidak berliku-liku adalah melalui kab. Probolinggo melewati Air terjun Madang Kalipura.  Namun karena aku berasal dari kota MALANG, rute terdekat dan mudah dilalui adalah lewat Nongko Jajar, Kab Pasuruan perlu waktu 2.5 jam dari pusat kota malang(aku memilih rute ini waktu berangkat karena berangkat dari rumah jam 02.00 pagi, biar bisa lihat sunset di Bromo). Karena kalau lewat kab.malang memang hanya perlu 1.5 jam dengan rute 1 jam jalan lebar dan luas, namun sekitar 30 menit jalannya curam dan masih batako serta kurang penerangan , ada juga yang masih tanah. kalau hujan jalur nya jadi berlumpur...waktu bawa sepeda kemarin serasa offroad (aku lewat jalan ini waktu perjalanan pulang, karena kalo siang jalan e terlihat jelas).

Setelah menempuh sekitar 2 jam perjalanan berliku-liku, akhirnya sampai juga di pintu loket wisata taman nasional tengger. Tiket masuk per orang untuk hari biasa Rp. 27500,- . Untuk tiket sepeda motor Rp.10.000,-. Namun bagi kalian yang naik mobil, berarti harus menyewa mobil hardtop. Karena disinilah batas mobil pribadi dan tempat parkir mobil. Setahu aku biaya sewanya Rp.600.000,- PP per mobil Hardtop, jadi bisa patungan deh sama temen2nya(masih bisa dinego apalagi kalo sesama orang domestik). Biaya ini untuk rute Penanjakan (lokasi Sunset) , dan ke Gunung Bromonya. Namun kalo anda ingin melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies , anda harus menambah biaya lagi sekitar Rp.600.000,-lagi. (Pengalaman tanteku yang dari jakarta bayar sewa Rp.1.200.000,- PP dengan lokasi wisata full area).

Setelah bayar di loket, aku dan adikku langsung meluncur dengan cepat untuk mengejar sunset yang segera muncul karena jam sudah menunjukkan pukul 04.00wib. Hampir mendekati lokasi penanjakan, kemacetan mobil hardtop sudah mengular( bagaimana tidak, disana ada sekitar ratusan mobil berjajar memenuhi seluruh ruas jalan hingga kita berusaha cari cela sempit untuk melewatinya. Disana aku melihat banyak penumpang yang turun dan berjalan kaki menuju lokasi sunset. Beberapa cewek dan ibu-ibu mulai naik ojek disana dengan biaya Rp.15.000,- . 
Lokasi penanjakan
Dan akhirnya kita sampai di penanjakan dan menunggu detik-detik sunset bersama puluhan mungkin ratusan orang karena begitu padat dan sesak.

Setelah berselfie ria disana, aku mulai turun dari penanjakan ke arah gunung bromo.

Dari lereng gunung bromo kita mulai berjalan kaki naik untuk melihat kawah gunung bromo. Bagi kalian yang tidak memiliki stamina cukup, tersedia sewa naik kuda dengan biaya Rp. 50.000,- PP.Setelah mendaki akhirnya aku aku melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik , dan bukit teletubbies...pegunungan dengan pemandangan yang hijau.

Karena tujuan awal aku ke gunung bromo jadi kita sudah beranjak pulang dari sana sekitar jam 08.30 wib. Aku melakukan perjalanan ke Bromo sudah 2x. Yang pertama awal bulan januari tahun lalu dan bulan oktober tahun lalu juga. Dari pengalamanku, pemandangan dan waktu ideal untuk mendaki gunung bromo adalah waktu musim kemarau sekitar bulan juli - oktober. Sedangkan waktu januari dulu aku waktu musim penghujan, jadi dapat zonk...alias ga bisa lihat sunset and view gunung bromo yang bagus dari lokasi penanjakan. Serta perjalanan menuju bukit teletubies akan sedikit berlumpur.

Target Mendaki selanjutnya adalah gunung semeru, pingin lihat Ranu Kumbolo. Moga tahun ini bisa berangkat. Aku harap pengalaman ini, bisa bermanfaat buat kalian yang ingin wisata ke gunung.


#OneDayOnePost .... late post for ODOP tanggal 04 Maret 2016
#wisatagunung
#jalanjalan

Wisata Pantai Tambakrejo plus kuliner Seafood yummy

Wisata Pantai Tambakrejo Blitar sekaligus kuliner seafood

DARI sisi kiri pantai

Sebelah kanan pantai

Pantai Tambakrejo adalah salah satu pantai yang menurutku cukup indah untuk menikmati suasana pantai yang segar ditemani deburan ombak yang lumayan keras.
Pantai ini berada di desa tambakrejo, kecamatan wonotirto, kabupaten Blitar. Karena rumahku di Kota Malang, jadi untuk sampai ke tempat ini adalah 3 jam dengan jarak tempuh sekitar 100km. Meskipun terlihat jauh namun jalan yang ditempuh dari malang ke blitar cukup baik serta untuk masuk ke daerah pantai melewati perkampungan - perkampungan yang cukup padat sehingga tidak terasa jauh. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa pantai lain , dimana kita harus melewati beberapa hutan belantara yang sepi sehingga perjalanan dengan km pendek pun menjadi terasa jauh.

Setelah kita sampai di desa Tambakrejo. Maka kita akan bertemu bapak petugas penjaga pintu masuk. Tiketnya murah, cukup merogoh kocek Rp.3000/orang kita sudah bisa menikmati komplek wisata pantai tambakrejo, parkir mobil Rp. 10.000,- dan sepeda Rp. 5000,-. Kenapa aku bilang komplek wisata pantai, karena disini terdapat 2 pantai panjang yang terpisah oleh proyek dermaga nelayan dan akan dijadikan pusat pasar ikan bagi nelayan disana.

Karena disana tempat para nelayan berlabuh, banyak keuntungan yang kita dapat. Bagi pecinta makanan seafood, kita bisa membeli ikan-ikan segar dengan harga sangat murah (seperti Tuna, kakap, dll...hehehe ...lupa namanya, asal beli pokoknya) , Lobster, Udang, Cumi, kepiting.
Namun bagi kalian yang tidak mahir atau tidak hobby masak (termasuk aku...hehehe) , ga perlu khawatir....karena disini berjajar warung-warung yang menjual berbagai jenis olahan seafood, tinggal tugas kita adalah menemukan lokasi yang tepat, nyaman, murah  and yang jelas masakan e TOP BGT...Mak Nyus kalo orang kuliner bilangnya.

Kalo aku biasanya makan yang depannya parkiran luas paling ujung sebelah kiri ( maklum , ga tau arah utara selatan...waktu pelajaran geografi suka ijin ke UKS...hahaha).
Disitu hargae murah plus enak. Aku n keluarga berempat biasanya pesan 2 porsi Lobster + 1 porsi cumi asam manis + 4 tusuk ikan salmon/kakap+4 tusuk gurita + 4 nasi putih +2 buah degan muda utuh.... percaya tidak cuma habis sekitar Rp. 150.000,-
Dulu waktu awal awal kesini kaget takutnya mbak kasir e salah total...and di nota di cek emang bener cuma segitu habisnya. Secara, kalo aku di Malang biasanya makan Ikan Gurami dengan jumlah orang yang sama habisnya sekitar 200-250ribu. Makanya aku pikir, lha ini lauknya aja 5 macam koq habis e segitu cuman...berasa sueneng e ga ketulungan dech....kaya dapet rejeki nomplok...hahaha...lebay deh.


Padahal kalo dari rasa..uenak koq...mungkin karena mereka terbiasa makan olahan laut jadi sudah mahir mengolahnya.

Kembali ke pemandangan pantai, sorry jadi belok bahas makanan...abis doyan sich ama wisata kuliner.
Pertama kita datang disini, maka akan kita lihat pemandangan pantai yang cukup luas melengkung seperti teluk....namun cukup indah kalo hanya sekedar duduk ditepi pantai menikmati semilir angin yang berhembus bersamaan dengan suara deburan ombak yang sedang bertemu memadu kasih untuk membentuk indahnya suasana pantai di siang itu. Hanya saja di pantai luas ini tidak bisa buat berenang kecuali sebelah paling ujung kiri pantai dekat karang. Kalo kalian ingin jalan - jalan ke tengah laut , disana disediakan penyewaan perahu Rp. 5000,- per orang. Kalo aku sich ...hehehe, ga berani mencoba habisnya dulu waktu ke Pantai Kenjeran Surabaya naik perahu kecil gitu ke tengah laut, meski airnya tenang tetap saja bagiku masih horor perahunya bergoyang-goyang, aku takut perahunya jatuh and aku ga bisa berenang...padahal faktanya sampai balik lagi ke pantai ya perahu yang aku naiki masih sehat( hehehe...dasar aku nya aja yang terlalu paranoid...). Sampai bapak nelayan e bilang...ini perahu aman mbak, kena hujan badai juga masih utuh dan pulang dengan selamat...(hehehe...jadi malu aku coz kaya e bapak nelayan tersinggung, karena sepanjang perjalanan naik perahu itu aku histeris teriak2 ke adik q kalo kapalnya miring mau jatuh...nanti aku pegangin yach..hahaha kalo ingat kejadian itu...malunya ga ketulungan).

Namun karena disana cukup rame dan banyak pengunjung, akhirnya aku putuskan untuk menyusuri pantai ini dari ujung ke ujung, dan mulai menapaki pantai menuju pantai sebelahnya yang cukup sepi karena hanya penduduk lokal yang datang kesini, pantainya tenang dan ombaknya tidak ada, bahkan aku lihat banyak warga lokal yang berjalan kaki hingga mungkin 1 km dari bibir pantai tapi masih sekitar setinggi dada airnya. Mereka sedang mencari ikan , kerang , tidak jarang pula dari mereka yang mendapat udang.


Kalo disini aku berani berendam di pantai karena tidak ada ombak keras (maklum ..orang e ga bisa berenang, takut terseret ombak, jadi cari yang air tenang).


 

Oh iya untuk sampai ke pantai yang satu ini, memang sich butuh sekitar 15 menit jalan kaki , namun bagiku dengan kenyamanan dan privasi di pantai ini? WHY not...

Jadi kesimpulannya, pantai nya indah, nyaman , hemat n ekonomis, makanan w memuaskan.... overall...ga rugi lah sekali -kali main kesana.

# OneDayOnePost  late post for 03 maret 2016
#wisatapantai
#berlibur


Rabu, 02 Maret 2016

Kedamaian hati membawa ke imaji tertinggi

Kicauan burung di pagi hari
Kemerduannya membelai indah di telinga
Kesejukan udara pagi yang menyegarkan
Menentramkan hati yang sedang galau

Bait bait puisi mulai berdendang di angan
Membawa imaji ke alam liarnya
Keinginan hati untuk berdamai dengan jiwa
Membuat segalanya mengalir mengikuti ruas cakrawala imaji

Pikiran tidak sebatas awang kosong

Keinginan hatilah yang membawa pikiran ke level tertinggi

menggapai hasrat melalui imaji 

meraih bintang sejauh dan setinggi apapun 


Selasa, 01 Maret 2016

Oh ...ICU, serasa kau sedang menamparku?

Oh .. ICU Rumah Sakit, serasa kau menamparku?

29 februari 2016, siapa sangka hari ini membuatku menapak lagi dalam sebuah tempat yang mungkin momok bagi semua orang. Awalnya aku cukup senang hari ini, karena ini adalah hari pertama One Day One Post. Dan alhamdulillah aku bisa mengawalinya dengan baik, aku menyelesaikan tulisan untuk posting perdana ODOP pada malam sebelumnya dan menjadi orang ke-2 yang posting dari 105 peserta ODOP (suatu rekor dan kebanggaan tersendiri bagiku, hadew...koq jadi sok rajin gitu), padahal biasanya paling terakhir kalo melakukan tugas apapun apalagi kalo datang ke tempat kerja. (Hehehe..jam karet buanget). Mungkin benar juga kata orang, dengan kita mencintai yang kita lakukan dengan sendirinya akan membuat kita semangat dan survive disana.
Kembali ke cerita awal di hari ini, meski kondisi kesehatan kurang fit, karena sudah hampir seminggu sejak bergabung grup menulis ODOP selalu bergadang hingga subuh dan aku cuma beristirahat sekitar 3 jam per harinya. Bukan karena lembur kerja atau membuat artikel untuk tugas ODOP. Hanya saja disini aku menemukan banyak website para blogger penulis yang membuatku tertarik membaca hingga lupa waktu.
Aku lewati hari ini dengan setengah tenaga yang tersisa, meskipun begitu aku masih tetap excited dan membaca hasil karya temen2 ODOP yang keren2 di sela sela kesibukanku. Hingga aku pulang sekitar jam 3 dan karena sangat lelahnya tubuh ini hingga terlelap. Namun, tiba2 ada suara ketukan pintu yang berasal dari pintu kamarku. Dengan tubuh masih lelah dan sempoyongan pun aku beranjak untuk mencari tahu siapa yang mmembangunkanku. Ternyata ayahku sudah berdiri di depan pintu kamarku dengan baju cukup rapi seperti siap hendak bepergian. Sambil terkantuk -kantuk aku bbertanya baru pulang dinas mau kemana Yah, koq sudah rapi? Dengan sedikit panik dan terburu-buru, ayah berkata singkat namun mengejutkan: " Cepat bangun dan jaga toko , aku mau ke Rumah sakit, mamamu masuk UGD". Seperti setengah ga percaya, dan berusaha mengumpulkan tenaga yang masih ttersisa aku pun segera turun tangga dan mengejar ayahku yang sudah siap berangkat. Aku bertanya, kenapa mama sakit aapa bukannya tadi pagi baik baik saja? Ayahku pun dengan singkat menjawab, "belum pasti masih liat hasil konservasi dokter", sambil beranjak pergi.
Setelah mengurusi toko dan sekitar jam 22.00 wib akhirnya aku berangkat ke Rumah sakit bersama kakak dan keponakanku. Sesampainya disana akulah yang menjadi penunggu mama, karena di ICU cukup ketat peraturannya dan ini pun ICU khusus. Malam semakin larut, aku bingung harus berbuat apa. Aku pun termenung ditemani dinginnya AC entah kenapa suhu AC nya dingin banget. Aku saja yang katakanlah masih sehat , harus memakai 2 jaket untuk menghangatkan tubuh ini, bagaimana kondisi pasien2 yang kesehatannya kurang fit, apa ya gak menggigil dan beku....ini ICU apa kulkas sich mas perawat? Hanya senyum tipis yang dilontarkan padaku.
Koq jadi ngomongin AC yach, katanya mau merenung. Okay dech lanjut ceritanya...waktu menunjukkan 00.30...suasana ICU sunyi senyap, hanya kulihat para perawat tang sedang sibuk melakukan pendokumentasian di meja kejanya. Semua pasien sudah terlelap begitu juga penunggu pasien yang lain. Sebenarnya rasa lelah ku cukup besar, namun entah kenapa mendengar kata "rumah sakit apalagi ICU sangat membuatku merinding dan sedikit trauma. Bagaimana tidak, aku dan keluarga ku dulu pernah berada disini selama 3 bulan penuh  karena ada salah satu keluarga yang sakit. Kemudian selang beberapa bulan setiap 3 bulan sekali secara bergantian ada saja yang keluar masuk rumah sakit . Yang paling membuat trauma adalah selama 1 bulan penuh berada di ICU khusus isolasi. Disana aku melihat berbagai kesedihan di wajah para keluarga yang sakit, apalagi jika melihat ekspresi dimana pasien harus berpulang ke Sang Pencipta. Sungguh membuatku ikut menangis, belum lagi melihat pasien kritis yang baru saja dilarikan ke rumah sakit( hih...ngeri dech)
Namun, disanalah sekaligus aku merasakan kesetaraan dan sifat humanity yang sesungguhnya hadir. Saat di ICU terutama ICU isolasi kalo ga salah namanya, dimana tak boleh sembarang orang masuk bahkan yang boleh masuk hanya dokter dan keluarga terdekat saat diperlukan saja. Disanalah para keluarga pasien berkumpul di depan ruang ICU, saling mengenal dan berkomunikasi tanpa memperdulikan status sosial, bahkan tak jarang yang saling berbagi makanan dan sebagainya. Disana dapat kita lihat sifat saling membantu saling mensupport tanpa ada rasa pamrih(karena muNgkin mereka tidak bertemu lagi). Suatu hal yang sudah sangat jarang kita temui di kehidupan normal sehari-hari.
Kembali ke perenunganku malam ini , saat semua sudah tidur terlelap...aku pun memperhatikan sosok Mama ku. Baru aku sadari bahwa tubuhnya mulai sangat lemah dan tidak sekuat dulu, yang selalu menggendongku kemanapun waktu aku masih kecil.Aku mulai berpikir, selama ini aku ingin berbakti kepada orang tuaku hingga mungkin kalau ditanya kenapa masih jomblo (*loh ..koq bawa2 status segala) aku menjawab karena aku masih merasa belum berbakti kepada kedua orang tuaku makanya aku mau menjadi anak yang bisa dibanggakan orang tuaku.
Namun di malam ini , di ICU rumah sakit ini aku mulai tersadar....kelalaianku dan keapatisanku kepada keluarga , membuatku sampai tidak tahu bahwa mamaku menyimpan rasa sakit yang mendalam hingga baru sekarang aku ketahui bahwa mama sedang menderita rasa sakit fisik yang cukup hebat namun jarang mengeluh. Seandainya mengeluh pun aku dengan santainya menjawab, "paling mama kecapekan aja". selama ini aku berkata ingin berbakti dan membalas kasih sayangnya selama ini, namun apa yang telah aku perbuat selama ini. Aku justru terlalu sibuk dengan pekerjaanku, aku terlalu sibuk mengumpulkan materi yang notabene katanya ingin membahagiakan orang tua. Seandaikan aku punya waktu senggang di rumah pun , aku terlalu sibuk dengan gadget dan dunia sosmed aku. Dan aku lupa bahwa justru ada orang-orang nyata yang sangat memerlukan perhatian kita. Bukan sekedar mengenai like, post comment, stalking di dunia maya dimana orang2 tersebut belum tentu secara tulus memperhatikan kita dan yang paling penting, belum tentu mereka adalah prioritas utama yang memerlukan perhatian kita. Justru orang nyata yang dekat dengan kitalah terutama orang tua kita, mereka juga ingin anaknya me- like and comment aktifitas hariannya atau distalking oleh kalian,mereka ingin kalian menanyakan keadaannya, kondisi kesehatannya. Bagaimana mood nya hari itu atau berbagai perhatian,- perhatian nyata yang dulu dilakukan kedua orang kita saat kita masih kecil. Bahkan tak jarang pula perhatian mereka yang sekarang ini masih dicurahkan pada kita, justru dianggap sebagai omelan yang gak penting dan kita sering mengabaikan omongannya dan bahkan langsung pergi beranjak keluar dengan dalih ada pekerjaan atau apa saat orang tua sedang menegur atau menasehati.
Orang tua kita mungkin tak pernah mengatakan bahwa mereka ingin mendapat perhatian balik seperti yang mereka lakukan selama ini.Oleh sebab itu, mulai sekarang cobalah sempatkanlah waktu meski hanya beberapa puluh menit untuk berkomunikasi dengan mereka. Janganlah kita sibuk sendiri dengan urusan kita saja, bagilah waktu dan masukkan Orang tua kita dalam prioritas teratas.
Lakukan itu mulai sekarang, jangan menunggu mereka terbaring di tempat ini terlebih dahulu, baru kalian menyadarinya.



#mogalekasembuh
#OneDayOnePost
#cintaikeluarga

Review foundation budget 150k

Hai blogger readers, Aku bukan seorang beauty blogger profesional, namun cukup mencintai dunia makeup sebatas hobby dan kebutuhan haria...