Rabu, 11 Mei 2016

Indahnya Pelangi di Metropolis ~ part 4

Tepat 22 jam setelah kejadian memalukan atas tingkah konyol Quinsha, keresahan makin menderanya. Bagaimana tidak galau, dia harus bertemu lagi dengan pria yang membuatnya bertingkah over lebay kemarin untuk mengantarkan kembali Baju yang telah selesai di Laundry ke apartemen Artha. Karena di tempat kerjanya Quin, terdapat 3 jenis pelayanan lamanya proses totally finish delivery laundry yaitu Expres (selesai dalam waktu 6 jam), Kilat (12 jam) dan Regular (24 jam).

POV QUINSHA

Sepanjang malam aku tak sanggup berhenti memikirkan tingkah konyolku pada pemuda tampan itu, bukan karena diriku terpesona ketampanan dari sosok pria yang mungkin lebih tua sekitar 8 tahun dariku itu. Namun, aku tidak habis pikir kenapa reaksiku terlalu berlebihan. " Apa yang salah darimu Quinsha?? Trauma apakah yang masih terpendam dalam dirimu?? " Pertanyaan itu semakin terngiang-ngiang dalam benak dan pikiranku.

Namun sebenarnya tidak hanya pada sosok Artha saja aku bersikap demikian, mungkin hampir semua cowok yang kutemui terutama yang bersikap tidak wajar atau sedikit tampil kurang sopan pasti aku akan negatif thinking ke mereka. Seperti yang terjadi pada Artha, saat aku melihatnya malam itu entah di otakku yang terlintas adalah dia akan membahayakanku, itulah insting pertama yang tertangkap hingga aku bereaksi seperti kemarin.

"Ahhh.. sudahlah Quin, kamu kan gadis desa yang tinggal di kota metropolis dengan berbagai kepribadian orang yang beragam, wajarlah kalo kamu bersikap lebih waspada seperti itu!! Kamu ga paranoid koq Quin! Huft...semangat buat diriku sendiri" bisikku lirih pada batinku sendiri.

"Ayolah, ga perlu dipikirkan and ga perlu risau tentang reaksi customer yang kemarin telah tanpa sengaja kamu permalukan di apartemennya sendiri. Kamu cukup minta maaf sekali lagi dan menyerahkan kiriman laundry kamu dan lakukan pekerjaan kamu secara profesional...okay!!" Tambahku untuk meyakinkan diriku yang masih merasa malu dan takut untuk menemui Artha.

Ini gara-gara partner kerjaku si Jabrik (Boris namanya namun karna gaya rambut anak retro dengan pomadenya hingga julukan itu melekat padanya) yang minta pertukaran wilayah kerja, hingga akulah yang harus menangani pengambilan area yang mencakup beberapa wilayah apartemen dan komplek perumahan menengah keatas. Alasannya sih simple, dia tidak suka dengan customer di wilayah tersebut karena terlalu rewel dan sedikit sombong.

Dan yang dikeluhkan jabrik memang benar, 3 hari delivery aja sudah dapat sarapan komplain dan omelan dari mereka dengan segala keriwuhannya. Seperti "Maaf mbak, kalo baju yang ini nanti harus dry cleaning yach, coz ini bahannya sutra dan ga boleh lecet yach!! " ucapku dengan menirukan gaya bicara sok cantik ibu penghuni apartemen di komplek tempat Artha tinggal.

Bahkan Bapak-bapak model eksekutif ato pejabat teras mungkin, juga bisa bawel ternyata " Adik, ini jas nanti saya pakai untuk rapat nanti malam, jadi tumpahan kopi ini harus bersih dan nanti sebelum jam 6 sore harus sampai di pos satpam, biar mereka yang antar ke ruangan saya, Paham!! " omelku sendiri menirukan gaya pak Bos di salah satu perkantoran di Surabaya itu . Hmmm...panggil aku adik pula, sejak kapan aku punya kakak setua itu, orang tuaku saja masih sedikit lebih muda dari Bapak itu....hadewww. Kota metropolis dengan beragam karakter didalamnya.....hahaha.

~~~~~~ bersambung ~~~~~

#ODOP
#CERBUNG
#ONEDAYONEPOST

Senin, 09 Mei 2016

Indahnya pelangi di Metropolis ~ part 3

Gosip Miring di komunitas apartemen

Setelah kepergian Quin di malam artha dipermalukan, dia pun segera menutup pintu dengan kekesalan level dewa yang masih tersimpan di benaknya.

"What the hell with that girl, hmmm..... kiamat udah deket emang, moga aja ga ketemu cewek geser kayak dia lagi!! " ucap Artha sambil menutup pintu dan segera bergegas menuju kamar untuk ganti baju karena ada janji dinner yang musti didatangi bersama temen ceweknya, namun entah kenapa kilasan kejadian bersama quin selalu terngiang~ngiang di benak artha.

Keesokan harinya, waktu dia bersiap berangkat kerja di tempat parkir apartemen, langkahnya terhenti saat mendengar suara sumbang dari beberapa tetangga yang kemarin kebetulan melihat kejadian itu sedang membicarakan dirinya serta mulai menyebar gosip pada tetangga yang lain.

"Pagi Jeng Angel, tau ga sich.... ada berita hangat nih dari pangeran cakep idola grup arisan kita! " ucap bu Herman tetangga dempet dari Artha.

"Mas Artha yang cakep itu?? Hmmm...coba aku belum nikah sama yayangku Pak Joseph, pasti udah aku kejar tuh Browniez (brondong maniez) !! Moga calon pangeran kecilku kelak setampan Mas Artha." sahut wanita cantik paruh baya yang sedang berbadan dua sambil mengelus perutnya yang sedang hamil 7 bulan.

"Hahaha... Jeng Angel, bisa aja nih, ntar aku laporin Pak Joseph lho" sambil tersenyum bu herman menjawab celetukan Jeng Angel.

" Jangan lha Ratu Gosip Bu Herman yang baik hati, by the way apa nih gosipnya ?? Si kecil juga kepoo deh coz dari tadi nendang-nendang aja sejak denger kata Artha" pinta Angel sambil melipat tangan pertanda memohon.

"Iya-iya ga dilaporin deh, tapi jangan lupa pajaknya yach!! 1 porsi sup Buntut di salah satu Mall juga boleh tuch....hahhahha. Oh iya sampai lupa gosipnya, itu lho kemarin malam aku lihat Mas Artha cuma pake handuk dikunciin diluar ama pacar barunya kali coz baru lihat nih cewek!! " jawab bu Herman penuh semangat.

" Whats ?? Cuma pake handuk doang!! Hmmm...beruntung amat bu Herman bisa menikmati keindahan Sang Pencipta , pantesan dari kemarin malam di Bbm ga dibales-bales" Teriak Angel dengan ekspresi shock dan membayangkan body sixpack Artha.

"Walaahhh...Jeng Angel malah gagal fokus. Gosipnya jeng yang difokusin bukan bodinya" sahut bu Herman sambil menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Angel untuk membangunkannya dari lamunan.

"Eitz ....oh iya, maaf!! Berarti Artha pasti sudah ga ....?? Hmmm... tak sebaik kelihatannya!! Padahal tampaknya dia santun!! Hmmm.....masih tetep sosok misterius yang ga bisa ditebak yach Pangeran idola kita Bu herman?? " ucap Angel sambil memegang dagu penuh tanya.

"Iya Jeng, padahal selama aku menjadi tetangganya, ga pernah sekalipun dia membawa cewek kemari lho!! Sampai-sampai pernah aku kira dia itu gay !! " jawab bu herman dengan penuh semangat.

Mendengar semua percakapan ibu-ibu muda yang berdiri di mobil Fortuner Putih milik bu Herman yang parkir tidak jauh dari mobil CRV Putih miliknya, Artha yang tadinya mendengar dibalik mobil bu Herman segera berjalan dengan ekspresi sok Cool nya menyapa mereka berdua biar tidak makin panas itu daun telinga.

"Selamat Pagi ibu-ibu cantik, mau antar anak-anak ke Sekolah kah?? Buruan gih, ntar telat lho!! " sapa Artha untuk menghentikan gosipan aneh dari mereka.

"Ehhh....Mas Artha, Pagi juga! Kapan datangnya yach koq tiba-tiba muncul disini aja?? " jawab Bu Herman dengan sedikit terkejut karena orang yang digosipkan ada disebelahnya.

"Wuihh....lama ga ketemu Mas Artha! Tambah cakep aja nich Browniez !!" Sahut Angel dengan senyum manis dan sumringah karena bisa lihat pangeran idolanya. Maklum Angel memang tinggal beda 2 lantai makanya jarang ketemu.

"Bu Herman ma Bu Angel lagi asyik gosip sich makanya ga menyadari kedatanganku. Saya permisi berangkat dulu yach biar tidak terjebak kemacetan kota." Sahut Artha dengan senyum ramah meski hatinya panas mendengar gosip tersebut.

Tanpa basa basi akhirnya dia meninggalkan mereka dan menuju tempat kerjanya yang terletak di komplek perkantoran di jantung kota Surabaya. Namun sepanjang perjalanan emosi masih berkecamuk di benak dan pikirannya tentang kejadian semalam ditambah lagi gosip miring tentang dirinya di sekitar Apartemen, bagaimanaa tidak khawatir, yang memergokinya kemarin adalah Bu Herman, Ratu Gosip di apartemen. Berita sepele aja bisa menjadi hot issue dan menyebar dalam waktu singkat.

"Hadeewww, kenapa juga musti Ratu Gosip itu sich yang melihat kejadian kemarin!! Agggh...bakalan ribet nich, apalagi nanti hari minggu di fitness center , pasti banyak pandangan ga enak and pertanyaan dari bapak-bapak komunitas di Apartemen. Arrgghh.... I hate this girl, awas saja sampai ketemu lagi...udah aku jadikan rempeyek tuh cewek " teriak Artha di dalam mobil yang berbicara sendiri atas tingkah laku Quin kemarin malam.

"Hmmm..... berani-beraninya tuh cewek menghancurkan nama baikku di komunitas apartemen. Moga aja hal ini tidsk menyebar di lingkungan kantor" lanjut Artha sambil makin meningkatkan laju kendaraannya karena ada meeting pagi yang harus dilakukan.

~~~~~~bersambung~~~~~~

#ONEDAYONEPOST
#ODOP
#cerbung

Sabtu, 07 Mei 2016

Indahnya Pelangi di Metropolis ~ part 2


Setelah meninggalkan apartemen laki-laki yg membuat hidupnya laksana kiamat kecil, seakan langit runtuh dan stok oksigen di bumi serasa makin menipis karena telah membuatnya sesak di dada atas tingkah laku pria tidak berperikemanusiaan serta menghancurkan impian dan masa depan indah yang pernah terlukiskan. 

Quinsha  pun melajukan mobil kesayangannya Yery putih menuju kantor yang terletak tepat di jantung kota. Setelah menempuh perjalanan penuh kebisingan suara klakson dan hiruk pikuk kesibukan kota Surabaya selama 1 jam akhirnya dia sampai dikantornya.

"Selamat pagi ibu Quinsha, tumben jam segini sudah datang? " sapa pak Seger yang sudah rapi dan gagah dengan seragam satpam plus salam hormat layaknya anak buah melapor ke Komandannya.

"Pagi Pak Seger, waduh meski sudah beruban tetep seger aja sich nih Bapak, seseger namanya " sahut Quinsha ramah sambil tersenyum, sembari melangkah masuk pintu kantor yang dibukakan oleh pria berbadan tegap itu.

Satpam tersebut hanya membalas dengan senyum lebar dan kembali pada posisi tegap layaknya bodyguard yang siap siaga di balik pintu kaca itu. Sedangkan wanita anggun dengan setelan kemeja merah lengkap dengan high heels cantik warna senada itu berlenggang menuju ruangan kerjanya sembari melihat meja karyawan lain yang masih kosong karena dia datang 1 jam lebih awal.

Saat sudah memasuki ruangan dia duduk dan mulai prepare apa yang akan dikerjakannya seharian, namun tiba-tiba ia terhenti saat meraih penjepit kertas di tempat pensil berbentuk rak mini yang terletak tepat disebelah pigura pink bergambar teddy bear. Diraihnya pigura itu dan diperhatikan foto itu dengan tatapan nanar.

Dia pun terpaku menatap foto dirinya bersama sang tunangan dan mulai mengingat kembali akan masa lalunya, tepatnya sekitar 5 tahun lalu saat dia bertemu Artha dengan cara yang tidak wajar.

Waktu itu saat Quin masih kuliah sambil kerja part time di salah satu Laundry Online di Surabaya yang menerima jasa antar jemput. 

Siang itu Artha melakukan order dan minta pengambilan dilakukan jam 7 malam, Quin yang memang mengambil shift kerja sore sampai malam berangkat ke beberapa customer yang telah melakukan pemesanan. Artha adalah tujuan akhir untuk tugasnya hari itu, dan Quin tepat pukul 19.30 sampai di pos satpam Apartemen Artha serta meminta ijin untuk masuk dan segera menuju ke lantai 5.

" Permisi, selamat malam Tuan. Saya Quin dari laundry Clean n Fresh, mau mengambil barang. " teriak gadis mungil nan lincah ini di depan pintu apartemen. Namun hingga 2 menit belum ada yang membukakan juga. Berkali-kali gadis ini memencet bel seperti debt Collector yang siap menagih.

Akhirnya setelah menunggu selama hampir 5 menit, barulah pintu terbuka dan betapa terkejutnya Quin saat melihat seorang pria dengan postur tegap namun hanya berbalut handuk putih yang terlilit dari pinggang hingga lutut. Sontak gadis desa ini langsung over reacted.

"Aaagghhhh.... dasar cowok mesum" Quin teriak sambil memukul customer yang baru pertama kali ditemuinya itu dan menarik dia keluar.

"Pergi kamu....aaaahhhhhhh" teriak Quin dengan ekspresi kepanikannya sembari mengusir pria tadi keluar dari pintu apartemen. Dan tanpa disadari Quin masuk dan mengunci pintu dengan nafas tersengal-sengal ketakutan disertai jantung yang berdegup cukup kencang. Kemudian dia bersandar di balik pintu untuk menenangkan diri.

"Huft....syukur Alhamdulillah, aku baik-baik saja dan pria aneh tadi su@dah pergi" ucap Quin lirih berbicara sendiri. Namun selang beberapa detik terdengar kegaduhan dibalik pintu disertai ketukan pintu yang cukup keras.

"Hoooiiiii, cewek gila, sapa kamu?? Keluar loe dari apartemenku?? Buruan buka!! Kalo ngga aku laporin security nih!!" Teriak Artha dengan nada emosi level dewa. Bagaimana tidak? Lagi asyik-asyiknya habis mandi , ada yang menggedor pintu, dan waktu dibuka tiba-tiba ada cewek asing langsung marah, memukuli dan mengunci dia diluar apartemennya sendiri. Selain itu, entah kenapa lorong di lantai 5 apartemen ini ramai orang berlalu lalang.

"Aaaiiiiihhhh...sapa sich nih cewek?? beraninya udah buat aku malu di depan tetanggaku!! Semoga mereka tidak mikir aneh-aneh tentangku " bisik artha dalam hati sambil menggedor pintu.

"Eitzzz..... oh iya yach!! Ini rumahnya sapa juga yach?? Koq aku malah masuk dan mengunci diri di sini and pemilik rumah e malah aku kunci diluar... .hadewwww....stupid...stupid... stupid " bisik lirih Quinn berbicara sendiri sambil tepok jidat.

Sambil cengar cengir penuh rasa malu, Quin membuka pintu apartemen.
"Dasar cewek geser!! Sapa juga yang kamu katain cowo mesum?? Ada perlu apa kamu ganggu ketenangan dirumahku, aku tidak kenal kamu, pergi loe dari sini!!" Bentak Artha yang sedang naik darah atas tingkah laku sosok anggun namun gila menurutnya.

"Hmmm....maaf tuan, saya Quinsha dari Laundry Clean n Fresh hendak mengambil cucian kotor." Jawabnya lirih sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dan muka merah padam karena malu atas tingkah anehnya tadi.

"Mohon maaf yach, tadi saya pikir tuan berniat jahat pada Quin, habisnya kenapa juga berkeliaran di rumah hanya pake handuk saja." tambahnya untuk membela diri sambil tertunduk malu.

"Hadeeeww... aku kan baru finish mandi, yach wajarlah cuma pake handuk doang!! Lagipula ini rumahku sendiri, mau ngapain aja disini terserah aku dong" sahut pria ini dengan nada kesal pada gadis itu. Sambil masuk ke kamarnya untuk mengambil cucian yang akan dilaundrykan.

"Ini cucian kotornya, buruan ambil dan segera keluar dari rumahku" ucap Artha dengan nada ketus.

Tanpa buang waktu quin segera mengambil baju~baju kotor dan memasukkan ke dalam kantong plastik yang udah dipersiapkannya serta menulis sebuah nota tanda terima serta menyerahkan pada pria cakep tadi.

"Ini tanda terimanya Tuan Artha, sekali lagi aku minta maaf atas kejadian tadi, terima kasih telah menggunakan jasa Laundry Clean n Fresh" dengan senyum malu dan membungkukkan badan pertanda maaf yang mendalam. 

Quin pun segera berlalu untuk kembali ke gerai tempatnya bekerja. Tentu saja dengan pikiran kacau atas kejadian tadi, rasa malu teramat sangat dirasakannya sepanjang jalan pulang.

~~~bersambung~~~~
#ODOP bulan Mei 2016 minggu pertama
#OneDayOnePost
~~late post for 25 apr 16~~~

Rabu, 27 April 2016

Indahnya Pelangi di Metropolis ~ Part.1

INDAHNYA PELANGI DI METROPOLIS (Part.1)

"Arthaaa !! Buka pintunya!! Aku tahu kamu pasti di dalam." teriakku dengan nada tinggi sambil menggedor pintu apartemennya.

"Aku gak akan berhenti bikin kebisingan di depan pintu, sampai kau menampakkan batang hidungmu!! " teriakku sambil terus memencet bel ruangan itu yang terletak di lantai 5.

Tak lama kemudian, pintu terbuka dan keluarlah sosok pria bertubuh tegap dengan tinggi 170 cm,"Kenapa kamu datang pagi-pagi gini Quinsha?  Tak tahukah kau ini masih jam 6 pagi ?  Dan bukan waktu yang tepat untuk bertamu ?" tanya laki-laki itu dengan nada kesal, akibat tidurnya terganggu akan kedatanganku.

Tanpa basa basi aku masuk apartemen berukuran minimalis itu dan duduk terdiam di sofa menanti penjelesan dari tunanganku. Namun dia langsung pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan keberadaanku.

“Braaakkkkkk” kubanting pintu kamar tepat dihadapannya untuk menyadarkan dia dari sikap acuhnya.

“Apa maksud percakapanmu di telepon tadi malam?” Bentakku dengan sorotan mata tajam.

“Sudah sangat jelas kan ! Apa yang aku inginkan sudah aku ungkapkan semua ! Jadi gak ada lagi yang perlu kita bicarakan.” jawabnya ketus sambil berpaling.

“Plaakkkk” Satu tamparan penuh kemarahan mendarat di wajah artha dan membuat dia tersadar dari rasa kantuknya.

“Katakan sekali lagi !! Tak ada yang perlu dibicarakan ?? Hagghh !!  What the hell with this boy !! " Tegasku padanya sambil memegang kepala yang berasa ingin pecah ini.

Ingin rasanya aku berteriak sekuat-kuatnya pada laki-laki tak berperasaan yang ada di hadapanku. Namun bukan tipikal seorang Quinn meluapkan emosi seenaknya. "Huft..." mulai mengatur nafasku itulah satu satunya cara meredam pitam ini.

“Kamu pikir dengan menelepon dan berkata seperti itu, semuanya akan selesai dan tak ada lagi yang perlu dipermasalahkan ?" ucapku dengan halus

“Terus bagaimana dengan Rencana Prosesi Pernikahan yang  akan dilaksanakan 3 bulan lagi ?? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Orang Tua dan seluruh keluarga besar aku di kampung halaman atas permasalahan yang kau timbulkan ? " lanjutku dengan nada lirih karena tak sanggup menahan air mata di pelupuk mata ini

Tanpa rasa bersalah maupun penyesalan, laki-laki itu menjawab “ Ya sudah!!  katakan apa adanya saja !! gampang bukan? gitu saja koq repot !!"

“Arggghhhhh….ARYA PANDU PRANATHA” teriakku sambil memukul dinding tepat disebelah wajahnya. Sedikit ekspresi Shock pun akhirnya terlihat di wajah artha.

“Okay, 3 bulan lalu atas kehendakmu sendiri Engkau datang ke kampung halaman dan meminang diriku di depan seluruh keluarga besarku dengan santun. Maka sekarang, dengan penuh rasa hormat seorang Quinsha Nur Hayat meminta Tuan Muda Arya Pandu Pranatha atau Mas Artha !! Bila kamu merasa seorang pria bermartabat !! Datang kerumahku di Desa, katakanlah kepada mereka apa yang kamu inginkan, lengkap dengan Kisah perlakuanmu kepadaku selama 3 bulan terakhir." Pintaku dengan tegas namun santun

“Jika kau sudah melakukan hal itu, aku akan memenuhi permintaan kamu semalam.” lanjutku dengan nada lembut , sambil mengelus pipi kanan yang sebelumnya habis aku tampar.

Aku pun berlalu meninggalkan dia sendiri di Apartemen mungilnya, namun kali ini dengan ekspresi ketakutannya atas kemarahan keluarga besarku bila mereka mengetahui segala sikapnya  padaku selama ini.
~~~~~~~ Bersambung ~~~~~~~

#OneDayOnePost
#ODOP
#belajar nulis cerbung


Sabtu, 23 April 2016

Menjadi Enterprenuer Muda, WHY NOT?

MENJADI ENTERPRENEUR MUDA, why not?

Pada zaman sekarang banyak yang bilang kalo nanti aq pensiun atau sudah merasa mampu dan punya cukup modal akan membuka sebuah usaha. Dan keluar dari pekerjaan yang sedang dijalankan. Intinya ingin berwirausaha atau bahasa gaulnya enterpreneur, kalo bahasa aku sich busines man atau owner gitu lah.

Namun kalo dilihat-lihat memang tidak ada yang salah dengan prinsip itu. Hanya saja disini aku mau menyampaikan pendapat mungkin sedikit radikal terhadap ide tersebut.

Ide itu awalnya terlihat benar dan tepat, entah seberapa besar atau kecil bisnis yang mau dijalankan itu. Tapi, kalo dipikir-pikir.... mengumpulkan modal dan kemapanan yang ditargetkan mungkin dengan bekerja sekitar minimal 15-20 tahun. Seandainya pekerjaan itu diperoleh pada usia 22 tahun, maka dia baru punya modal cukup sekitar usia 40 tahunan. Di usia tersebut dia baru mulai merintis dari nol, kalau diperkirakan kesuksesan sebuah usaha setelah melalui proses bertahun2 minimal 5 tahun untuk proses pengenalan, pengembangan hingga punya icon/ brand teesendiri hingga dalam posisi mumpuni. Dan untuk tinggal memetik hasil adalah setelah 10 tahun dibangun, jadi kurang lebih di usia 50 tahunan. Secara perhitungan logis, ini adalah plan ideal yang cukup sempurna di usia senja. Saya masih sangat setuju dengan plan kehidupan seperti ini.

Namun mari kita berencana dengan sudut pandang yang berbeda, Bagaimana kalo.kita curi start dari cara berpiKir orang2 pada umumnya(mindset yang diatas). Bagaimana kalo kita mulai rintis bisnis kita di usia yang lebih awal, saat orang2 berada dalam zona amannya, justru kita keluar dari kenyamanan itu dan mulai merintis bisnis idaman itu justru di usia produktif kita, disaat tenaga kita yang masih 100 persen, saat kita masih aktif dan sigap. Ambil usia general misal 25 tahun. Waktu yang dibutuhkan.untuk membangun sebuah bisnis awal sekitar 5 tahun , jadi di usia 30 tahun kita sudah bisa dibilang setengah mapan dan tinggal melanjutkan mengembangkan dan melebarkan sayap bisnis tersebut, dan di usia 35 tahun kita sudah bisa memetik hasil indah atas kerja keras kita dalam membangun bisnis idaman kita.

Sudah bisa melihat perbedaankah dari 2 mindset diatas?
opsi kedua lebih menggiurkan bukan?
karena kita bisa menikmati kesuksesan dan kenyamanan di usia masih cukup produktif. Namum segala sesuatunya kembali kepada tekad dan kemauan yang cukup tangguh. Karena menjadi enterpreneur memang gampang gampang susah, gampang karena siapapun bisa asal mau, susah karena perlu perjuangan dan usaha lebih keras and harus tekad seluas samudera dan keinginan setinggi langit karena kalo ga gitu pasti patah di tengah jalan dan menyerah sebelum sukses. Karena disini mental dididik untuk Jatuh Bangun, tergantung kemauan yang bersangkutan untuk bangun lagi dengan sigap atau tidak.

Sekilas renungan buat masa depan kita, kalo penulis sendiri meski sedikit telat sadarnya, saat ini sedang menjalankan mindset kedua, yaitu berani keluar dari zona amannya.  Alasannya adalah AKU PUNYA MIMPI DAN AKULAH YANG AKAN JADI BAGIAN DARI MIMPIKU, BUKAN MENJADI BAGIAN DARI MIMPI ORANG LAIN. Maksudnya Sebelumnya penulis bekerja demi mewujudkan impian CEO dari tempat aku bekerja, jadi kenapa ngga mulai mewujudkan impian kamu sendiri Riendra, itulah yang terngiang di pikiranku 4 tahun lalu. Meski masih dalam level kecil namun perlahan tapi pasti aku yskin sudah berada di jalur untuk mewujudkan impian masa depanku dan meraih kesuksesanku...Aaamiiiinnn.

Aku harap kalian juga berada di jalur impian kalian.....selamat menjalani proses menuju impian. Moga sukses yach. Apapun pilihan kalian , aku yakin itu pasti yang terbaik. Karena ga ada pilihan yang salah, karena yang salah adalah yang ga melangkah dan ga memilih jalan manapun. Semangat.

Makasih atas kesediaannya membaca, maaf kalo ga sependapat dengan penulis.

#ODOP
#onedayonepost
Late post for 22 april.2016

Prosa: puzzle kehidupan


Keheningan malam yang makin pekat
Hanya tersisa suara mp3 dari HP
Seiring berjalannya detik yang berdetak
Detik berganti menit dan menjadi jam

Secepat itukah waktu bergulir
Layaknya putaran ombak yang menggulung
Selalu datang dan pergi silih berganti
Menyapu pesisir menghapus jejak yang tertinggal

Begitu juga alur hidup ini
Semuanya bergulir silih berganti
Orang yang datang dalam kehidupan pun
Datang silih berganti meninggalkan jejak kenangan

Tinggal menunggu waktu hingga kedatangan ombak berikutnya
Yang akan menghapus jejak kehidupan sebelumnya
Yang pasti dengan membuat jejak baru tuk dikenang
Yang akan meninggalkan kisah uniknya bagi tiap ombak

Tak perlu penyesalan dan kesedihan
Hidup adalah sebuah keseimbangan
Tiap langkah akan menemukan jalannya
Tiap persimpangan akan menemukan lorong cahaya

Tak ada yang tanpa makna
Segalanya penuh teka teki
Kehidupan adalah proses merangkai puzzle
Singkap tabir kehidupan dan temukan potongannya

Rangkai kepingan puzzle menjadi sebuah lukisan
Perlu waktu dan ketelatenan hingga kau satukan semua
Saat kau menyelesaikan maha karya kehidupanmu
Mundurlah satu langkah dan lihatlah lukisan kehidupanmu

#OneDayOnePost
#ODOP
late post for 21 April 2016

Rabu, 20 April 2016

Patah Hati? Godain yang deket aja (challenge ODOP ww.8)



Di pagi yang cerah , Mimin bersiap berangkat ke kampus namun karena melijat tetangga kesayangannya Abang bongki, ia pun mulai menguntaikan kesedihan abangnya dengan senda guraunya.

"Hai.... abang bongki sayang, koq masih murung aja nih? "
"Ga kasihan ama tuh muka dari kemarin lecek bangetz, kesini oo abang....mau adik carikan setrika dulu".... sambil sedikit malas bongki pun menghampiri mimin dan bertanya.

"Memangnya baju abang kenapa ? Masih kurang licin yach kalo seterika? Maklumlah adik namanya JONES lagi setrika , ya gitu dech... ngenes hasilnya , sengenes kisah cintanya...hahaha"
"Yeee.... si Abang , bisa aja... tapi adik sebenarnya mau setrika tuch ekspresi wajah biar licin and rapi. Masak mau berangkat kerja koq muka kusut kayak jemuran yang kehujanan terus jatuh diatas LUMPUR and ga sengaja keinjek ama anak kecil yang lagi main" sahut Mimin

"Hadew.... gak sekucel and sedekil itu juga kaleee?" Jawab bongki ga terima ejekan mimin.
"Ambilin tali aja deh biar nich ketampanan abang mulai bersinar layaknya mentari pagi yang tersenyum di pagi yang cerah ini" balas bongki.
"Wuidihh....tali? Buat apa ini? Abang kalo patah hati, sedih... biasa aja kalee...ga perlu.pake hopeless apalagi Bunuh diri gitu ahh... Mimin merinding and sedih nich jadinya"

"Bukan apa-apa, ntar yang bayarin utang mimin sapa (#ngomongnya sambil nyengir) trus Mimin juga kehabisan stok orang2 yang mimin ejek dong" sahut mimin sambil kebingungan

Melihat ketakutan dan kepanikan mimin, bongki pun tersenyum tipis sambil berkata " yeee.....sapa juga mau bunuh diri, keenakan mimin dong..ntar gak ada yang usilin , lagian abang kan bukan minta tali tampar...."

"Abang tadi lagi cari 'TALI CINTA adik MIMIN' gitu! Biar abang ikatkan di Jangkar Cintaku...hahaha"
Sambil tersenyum dia menyahuti "wuidih, abang lupa yach .... minggu lalu yang patah hati trus bilang ke Mimin ga mau kenal cewek lagi and Pintu hati abang udah digembok rapat pake KUNCI KESEDIHAN kemarin sapa yach???" (Sambil pegang dahi abang bongki buat mastiin si abang masih waras apa kagak .... hahhaha)

"Masak sich...salah orang kalee...bukan abang paling...."
"Abang kan cinta matinya ama adinda seorang koq"
"Biarpun beribu BINTANG di langit bertebaran, tetap satu bintang yang abang tunjuk . Pingin tau gak seperti apa bintang yang abang tunjuk itu?"

Sambil megang dagunya dia mulai berpikir dan akhirnya nemu ide dan berkata.....
"Hmmm.... paling2.abang pilih bintang paling terang dnan yang paling tinggi di angkasa hingga terlihat paling mempesona diantara tebaran bintang indah lainnya"
"Bener kan?"

Sambil tertawa ,bongki membalas.. ...."weeee...ga seperti itu tuch, kalo abang malah cari bintang terimutz yang nampak teruz ga bersinar malah tampak dekil namun tampak sangat dekat hingga abang dapat memetik bintang dengan ketampanan abang Bongki yang seperti PANGERAN TURUN DARI GOJEK...wkkwkwk"

"Kamu tau gak bintang dekilnya itu sapa???"
Sambil memasang muka penasaran banget "yupz...sapa nich...sapa nich...Putri Dekil idaman Abang Bongki.... kasihan banget tuch tuan puteri...saking kehabisan stok Pangeran Berkuda Putih...hingga harus menerima Pangeran Bertunggangkan Gojek....hehhehe"

" oh itu... Putri Lusuhnya...ini nih...yang lagi seriuz perhatikan abang saking keponya nunggu jawabannya... hahhaha"
"Hmmmm.....abang mah gitu...suka caci maki adik...."

"Loh emang bener koq, Lagian kalo bintangnya abang deket gini kan enak. Kalo RINDU ga perlu menitipkan salam Rindu pada bintang, maupun pada dinginnya angin malam, apalagi kutitipkan salam rindu melalui rintikan air hujan...hadeww...bukan tipe abang bangetz tuh.... kalo Abang rindu yah.samperin aja...kan kayak lagu dangdut tuh.... "Pacarku 5 Langkah" ga berat diongkos , hemat pulsa and bensin...wkkkwk"

"Aaghhh.abang bongki koq gitu ama Mimin,jahat kalee...masak disamain ama putri lusuh...hmmm...."
"Udah2...tuch wajah apa ayam goreng...sich....garing amat ekspresinya, senyumnya mana nich? ...koq malah adindaku sayang yang mukanya lecek...padahal abang ketampanan e udah memancar dengan teriknya ini.....hahhaha"

"Hadew....please deh abang..... PeDe nya itu loh...ampyunnn..."balas mimin dan sambil memasang senyum imutz nan manja ciri khasnya.

Sambil tersemyum puas and lega, Bongki pun nyeletuk " Nah gitu dong tuh punya ekspresi..yang abnag tunggu daritadi. Tapi itu wajah apa krupuk yach?"

"Aaaghhh...abang... masak mimin disamakan ama krupuk. Masak anak.maniez gini kaya krupuk."
"Yeee.... bukan gitu juga. maksud abang tuh wajah apa krupuk....habis renya banget ekspresinya...bikin ayem and tenang hati yang gersang ini, laksana pohon yang tertanam dalam hati abang biar nich hati gak makin erosi aja terkikis kejamnya nasib JONES alias jomblo ngenes.. wkkwkwk."

"Wah...udah deh abang...jangan bercanda melulu...buruan berangkat gih... dah keburu siang...ntar terlambat lho....tapi adinda Mimin boleh nebeng ke kampus yach....kan aejalur ama tempat kerja abang nich....boleh yavh....please..please....dosennya killer nich kuliah paginya..." sambil menarik2 baju bongki seperti anak kecil merengek minta dibelikan balon....wkwkkwk.

"Hadewww....iya2...abang anterin sekalian..."
"Hehehhe.... makasih abang bongki cayang...."sahut mimin
"Hmmm..kalo ada maunya bicaranya sok manis dech...kebiasaan nich" jawab bongli.singkat.

Akhirnya mereka menghentikan canda paginya dan segera berangkat..

#OneDayOnePost
#ODOP
post for 20 april 2016

Review foundation budget 150k

Hai blogger readers, Aku bukan seorang beauty blogger profesional, namun cukup mencintai dunia makeup sebatas hobby dan kebutuhan haria...