Jumat, 22 Maret 2019

Review foundation budget 150k

Hai blogger readers,

Aku bukan seorang beauty blogger profesional, namun cukup mencintai dunia makeup sebatas hobby dan kebutuhan harian untuk berhias.
Ini tulisan pertamaku tentang makeup, moga bisa bermanfaat bagi kalian.

Okay....tanpa basa basi lagi. Foundation, menurutku dan hasil melihat beauty vlogger dan MUA indo maupun international merupakan kunci utama sebuah riasan. Sebagus apapun lukisan mata, lipstik dan bagian lainnya namun bila tekstur wajah kurang smooth dan belang belang pasti langsung dapat plang makeup jelek.
Foundation yang banyak dipake MUA international harga termurah masih 700rb an.....OMG..... sepertiga UMK di kota gue.

Bagi rekan yang cari makeup budget medium untuk daily bisa pilih beberapa brand berikut untuk dipertimbangkan.
Mungkin ada beberapa brand foundation yang udah cover untuk seharian. Minimal setengah hari masih bagus lah....reality aja ya kak. Ga mau kasih PHP kek di iklan TV....wkwkkwk.

1. Naturactor

Merupakan brand dari jepang. Harga sekitar 140-160rb. Tinggal pintar cari store yang murah. Order by me juga boleh(wkkwkwk.... jiwa enterpenuer e keluar dah).
Merk ini banyak dipake MUA indo sebagai mixing foundation ama liquid foundation medium brand juga. 

Teksturnya yang padat sedikit sulit diratakan dengan tangan, paling bagus diaplikasikan dengan spon/ beauty blender. Tanpa di mixing hasilnya lumayan smooth asal telaten blendingnya...minimal 2-5 menit an Juga udah langsung coverage tebal meski hanya selapis.

Shadenya yang paling sering dipake kulit indonesia kek aq yang sawo matang. No.151. Coklat tapi kalo diaplikasikan sedikit terang . Namun bila butuh untuk acara bukan daily..saranku pake shade 140 / 141. Lebih terang dan natural.

Ga semahal shiumera, channel, mac, bobby brown dan selevelnya...wkkwkwk . Tapi cukup bisa menghasilkan tampilan seperti makeup seharga itu.

Ini hasil trial naturactor foundy pipi kiri dan kryolan supracolor pipi kanan. Abaikan makeup lainnya(wkwkkwk..ini trial makeup akad nikah ceritanya.)
Gambar tengah adalah pemakaian harian  after 5 jam pemakaian. Kalo contoh awal pemakaian makeupdaily awal gambar sebelahnya. Simplenya naturactor masih awet. Setengah hari an dan ga crack. Apalagi dikombine ama bedak TWC yang bagus....

 

2. Kryolan supracolor

Foundation buatan dari jerman. Sering dipake MUA lokal atau new comer. Teksturnya padat tapi lebih gampang and lembut aplikasinya dibanding naturactor. Karena menurutku kryolan teksturnya lebih oily. Ketahana  8-12 jam tergantung jenus kulitnya.

Menurut pengalamanku pakai produk ini....pori pori wajahku dikit besar2. Jadi dua lapis baru bisa coverage....( jadi lebih boros....kalo dipake daily...bikin jebol kantong.....wkwkkwk.)

Kryolan punya 2 ukuran paking asli pabrikan. 15ml. 130-150rb. 55ml. 330-350rb.
Shade natural nya untuk rias manten 5w. Kalo pingin putih. 1w. Kalo 2w terlalu kemerahan warnanya.(menurut gue yach).

Pas nikahan kemarin MUA gue juga pake kryolan combine bedak ultima. Menurut gue sedikit nge crack di smile area gue, meski baru 2 jam dirias. Kalo bagian lainnya cuma area T zone. Secara gerah banget baju pengantinnya...wkkkwk. tapi gue touch up pake bedak TWC inez kalo ga salah...itu dah ga ada problem. Ini foto diambil 6 jam setelah dirias.dan 4 jam after touch up. Garis senyum mulai nampak lagi...wkwk..tapi ga papa udah mau bubar koq acaranya dah malam. (Abaikan pose ngopinya ya..manten e ..ngantuk..jadi coffe time dulu..wkkwk..pose zoom terdekat cuma ini yang ketemu)



3. Maybelline Fit me

Maybelline fit me liquid foundation , teskturnya yang cair memudahkan buat diaplikasikan. Namun karena liquid inilah yang membuat fit me kurang awet seharian dan kurang coverage total. Makanya sering di mixing dengan foundation bentuk creamy seperti naturactor dan foundation padat brand lain. Agar menghasilkan make up awet seharian.

Namun untuk kebutuhan hangout, cukup ringan di wajah dan ga terlalu tebal...hasilnya seperti skin bukan seperti topeng.
Ada dua jenis liquid fit me dweny / glowing finish dan matte finish.

Foundation ini terbilang cepat teroksidasi alias warnanya akan lebih cepat menggelap dari warna awal teraplikasi, terutama bila terkena panas. Jadi solusinya pilih shade yang 2 atau 3 tingkat dari kulit asli. Atau pake bedak finishingnya pake warna lebih terang untuk mengantisipasi masalah oksidasinya.

Hasilnya cukup bagus bila untuk indor usely dan malam hari. Ga bikin white cast juga kalo di kamera. Untuk setengah hari dengan pengaplikasian foundation yang benar, terbilang masih bagus dan gak crack.
Dari segi harga masih 125-140rb an.

4. LT PRO / La Tulipe Profesional

Merupakan versi premium dari latulipe.
Coveragenya cukup bagus. Hanya saja make up latulipe kesannya berat dan super tebal meski cuma selapis.
Jadi yang kulit sensitif dan over berminyak dan jerawat. Saya ga recommend biar ga bermunculan jerawatnya setelah pakai makeup ini.

5. Make over

Cuma untuk brand ini sendiri masih simpang siur. Ada yang bilang bagus menurut saya karena terbilang kulit normal dan kering, namun untuk kulit berminyak....pasti klaim ga coverage dan cakey di wajah.

Make over terbilang sangat ringan diwajah , hasillnya skinny.
Cocok bagi pemula atau yang pingin tampilan naturally. Selain pengaplikasiannya gampang karena teksturnya yang encer namun ringan serta cepat meresap ke kulit.
Make over merupakan brand premium dari perusahaan wardah (PT. PARAGON technology dan Innovation yang mengeluarkan brand: Wardah, Makeover, emina, IX-Inovative Xalon)

Itu adalah beberapa brand recomended. Harga 150 rb an.

Kalo merk lain yang masih bisa dipakai harian tanpa mengecewakan hasil coverage nya untuk jerawat atau warna kulit tidak rata dengan harga dibawah 100rb adalah.

1. Latulipe smooth foundation(80rb)
2. Wardah cover foundation (35rb)
3. Rimmel stay foundation (100rb)
4. Focaillure matte foundation (50rb)
5. Inez smooth coverage (55rb)
6. Sariayu cover foundation (30rb)


#reviewmakeup
#foundation

Kamis, 10 Mei 2018

Hijrah.....????

Hijrah..... 

Bulan Ramadhan makin di ujung pelupuk mata.  Hanya tinggal menghitung hari saja,  seluruh umat muslim di dunia bersiap untuk memasuki bulan penuh berkah,  suci dan penuh pintu ampunan.  Berbondong-bondong seluruh umatnya yang tak pernah menginjakkan kakinya ke masjid maka di bulan Ramadhan hampir dipastikan akan dibanjiri dengan puluhan bahkan ratusan pasang sandal/ sepatu berjajar di depan teras masjid maupun mushola di seluruh pelosok bumi. 

Di senja. Kotaku yang mulai memerah dan panorama ufuk barat yang mempesona,  sejenak membuatku berpikir mengenai hijrah.  Banyak berita dari dunia entertainment yang  membicarakan artis yang berhijrah dari yang tak berhijab menjadi berhijab syar'i. 

Berbagai pertanyaan pun muncul dalam benak,  apakah benar mereka berhijrah atau sebatas sensational moment aja karena bulan suci Ramadhan.  Pertanyaan selanjutnya adalah hijabnya totalitas syar'i ataukah sebatas menggunakan selembar kain di kepala. 

Akupun makin menelisik ke dalam relung  jiwaku. Bagaimana dengan diriku?  Proses hijrah pada diriku mengalami berbagai pasang surut.  Berhijrah memang butuh proses yang panjang dan penuh dengan pertentangan logika dan hati nurani. 

Bukan hal sepele dsn semudah mulut berucap.  Keteguhan hati untuk tetap berada di jalur kesyar'ian membutuhkan kekuatan iman dan hati yang tangguh.  Aku pun masih dalam tahap menempa diri untuk sanggup berhijrah secara totalitas.  

Memang benar,  lingkungan adalah pengaruh terbesar dalam totalitas kita dalam menjalani apa yang kita percayai.  Kala lingkungan yang syar'i dan kita dikelilingi dengan segala hal bersifat religi dan suasana keimanan yang kuat maka dengan mudah kita akan mengikuti arus islami syar'i baik dari segi penampilan luar berbusana maupun daru segi inner syar'i dalam hal ketekunan kita dalam mendalami ajaran islami. Mengikuti berbagai acara kajian muslimah yang makin menguatkan dan menebalkan keimanan dan ketakwaan kita.  Hal tersebut juga mampu melawan sifat futur yang tak jarang menimpa para muslimah. Sifat untuk sedikit bermalasan dalam menjalankan ibadah sunnah  atau menunda ibadah wajib. 

Terus,  bagaimana dengan lingkungan yang kurang supported.? Berjalan sendiri untuk tetap istiqomah menjalani ibadah dan mendalami ajaran islam bukan perkara mudah.  Ada yang tak tahan dan akhirnya kembali ke hal duniawi.  Ada pula yang masih bertahan dengan pemikiran islam dan hijab kontemporer dengan tetap menjalankan syariat islamiyah meski tak sepenuhnya segalanya sesuai dengan kaidah islamiyah  yang berlaku,  seperti ini dapat kita lihat dari beberapa rekan hijaber kita yang melakukan dakwahnya melalui hijab stylish.  Saya tidak menentang hal tersebut karena saya juga  termasuk dalam typical hijab yang stylish dan unik dalam berbusana . Kaidah yang saya pegang  adalah menutup aurat yang disyar'i kan dengan cara saya.  Meski terkadang dalam benak timbul rasa iri kenapa syaa tak bisa berbusana syar'i semacam gamis dsn khimar yang diisyaratkan oleh alqur'an dan hadits. 

Namun bagi saya semua itu adalah tahapan bagi setiap muslimah untuk berhijrah,  tak boleh  ada blaming dan men-judge pada setiap insan yang sedang berusaha untuk melakukan proses hijrah.  Karena semua ada proses dan ada waktunya sendiri bagi masing-masing muslimah untuk menuju taraf berjilbab dan berbusana syar'i. Terutama bagi rekan muslimah yang berada di lingkup yanh kurang religi ataupun yang memiliki profesi sulit untuk berbusana syar'i. 

Begitu juga bagi rekan muslimah yang belum berhijab sekalipun,  bisa jadi mereka memiliki hati  dan jiwa yang jauh lebih  bersih dan mulia dibanding yang berhijab.  Karena yang maha berhak untuk menjudge adalah Sang Maha Khalik Allah SWT. 

So,  ending dari tulisan ini adalah dont judge book from the cover.  Jangan menilai keimanan seseorang dari busananya saja.  Tapi belajarlah melihat jauh lebih dalam dsri itu. 

Apabila ada salah kata atau terdapat tulisan yang tak berkenan,  penulis mohon maaf.  Ini sebatas torehan dari umat manusia yang sedang belajar. 

Salam kepenulisan. 

Kamis, 07 September 2017

Sajak siang .1

Langkah mulai gontai tatkala sinar perlahan padam
Mencoba tetap berjalan walau gelap menghantui
Hanya secuil keyakinan yang mampu menopang
Untuk tetap terus menapaki jejak di ibu pertiwi

Kini kuterdiam disisi aspal hanya untuk berpikir sejenak
Tatapan kosong makin liar tanpa peduli lalu lalang kehidupan
Mencoba bernapas walau sesak menghujam dada
Inilah hidupku saat ini yang berada diujung jurang putus asa

Tuhan...
Doaku saat ini hanyalah meminta pertolonganmu
Agar jiwa ini tetap tegar hadapi deru kehidupan
Kutak ingin menjadi arang yang patah
Demi melihat senyum indah malaikat kecilku

Tuhan...
Ulurkan tanganmu sebelum raga ini terjatuh
Terperosok kedalam jurang putus asa
Demi cinta yang masih tersimpan di hati
Yang coba kujaga walau badai terus menghantam

Singaraja, 07/09/2017

Sajak pagi . 1

Mentari mulai menyapa seiring teriakan sang jago
Kehangatan pun hadir cairkan kebekuan
Tarian penguasa langit kembali terlihat
Menutupi warna jingga di ufuk timur cakrawala

Riuh alam raya pun mulai memekakkan telinga
Seiring berputarnya roda sang waktu
Wangi napas dewi angin ikut menyesakkan
Membawa aroma tubuh ibu pertiwi yang renta

Aku yang menikmati ini semua hanya terdiam terpaku
Kala segaris senyum indah mulai menggurat dibenak
Membentuk pahatan maha karya Illahi
Atas paras sesosok bidadari yang diciptakanNya

Aku Terkagum
Aku Terpesona
Aku Terbuai
Hingga aku terperosok atas jebakan parasnya

Kini dengan berteman kabut kafein
Kunikmati pagi ini walau mata belum terpejam sepanjang malam
Karena jiwa yang takut kehilangan
Atas cinta dari sang bidadari hati

Wahai sosok yang kucintai
Kuucapkan selamat pagi teruntukmu
Seiring napas yang melantunkan rindu
Atas hadirmu kala diri ini bersamamu

Cinta....
Love and miss you

Singaraja, 07/09/2017

Minggu, 13 Agustus 2017

Secret admire

Suasana senja dengan hamparan sang  ufuk yang makin memerah di salah satu sudut kota,  menciptakan kesyahduan di benak para pemburu deru kehidupan.  Peluh serta dahaga mulai merayap merasuki ragaku tanpa permisi.  Bermesraan dengan mesin percetakan selama hampir 9 jam tanpa kusadari membuat tubuhku kehilangan pancaran sinar ketampanan yang dianugerahkan Sang Pencipta padaku.

Aku yang sedang melekatkan punggung jenjang kurusku ke bantal beton  berwarna putih tepat di samping etalase kaca dengan tatanan perlengkapan sekolahnya.  Padatnya lalu lalang sang mesin pengejar mimpi  membuatku terbuai dalam lamunan imaji. 

Klik.. Klik... Klik.....
Suara jentikan jari lentik tepat di depan kedua bola  mataku yang sontak membuyarkan imajiku yang sedang melalang Buana di hamparan Padang pasir panas tanpa oase. 

" mas bro,  buruan help me! Ini di fotokopi jadi 30 lembar dan dijadikan satu buku ya.  Gak pakai lama. " suara ketus namun penuh keriangan yang terpantul dalam gendang telingaku. 

" oh, anak pak RT! gangguin orang lagi melamun saja! "
" Lagian,  manis-manis gini jutek amat ngomongnya. " sahutku sambil beranjak menyahut kertas yang diberikan gadis manis berambut copper blonde ala artis korea itu. 

" Sapa yang jutek?  Ngapain pula aku musti manja dan berbicara manis disini.  Pacar bukan?  Selingkuhan apalagi? Males banget! " ucapnya dengan gaya cuek namun membuatku makin penasaran.
" Loh, pripun mbak iki.  Apa aku ajak bapak ibuku main ke rumah mbak? " tukasku sambil senyum malu. 

Candaan diantara aku dan Maria tak terhenti hingga kuselesaikan semua pekerjaan yang ada.  Tak jarang aku mengakhirkan pesanan dia agar bisa bercanda dan bisa mendekati dia.  Maria adalah gadis cantik dengan perawakan bak seorang model,  caranya berjalan seolah melihat Putri kecantikan melintas diatas catwalk  . Senyum riang yang selalu ditampakkan sungguh mampu menghipnotis pria yang berpapasan dengannya .

Bahkan tak jarang kulihat dia digoda oleh customer di percetakan tempatku bekerja. Namun keramahannya tetap membuatku sulit merengkuhnya.  Sosoknya yang ramah namun cukup cuek membuat siapapun harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan sedikit saja perhatiannya. Rayuan gombal sekelas candaan Denny cagur,  Andre stinky atau raffi Ahmad pun tak membuatnya tersentuh. 

Pernah sesekali kulontarkan rayuan tersebut malah membuatku malu sendiri.
" Bapak kamu pelukis yach? " keusilanku kala ingin menggodanya.
" hallah....Basi.... Pasti jawabnya karena kamu telah melukis hatiku dengan Taman cintamu. " sahutnya sambil senyum nyiyir.

Aku pun memutar otak agar itu  tampak nyata.
" kali ini serius  kok.  Bapak kamu ketua Rt kan? " tanya sambil memotong sisa jilidan buku yang kurang rapi.
".  Nah ini nih,  aku penasaran lanjutnya. Tapi paling mau dijawab : Terus gue musti bilang wow gitu. " sahutnya sambil tersenyum namun sedikit memalingkan wajahnya karena tersipu malu. 

" Enggaklah.  Mau bilang karena kamu sudah menyetempel hatiku. " kuucapkan tepat didepan matanya dengan jarak yang terpisah oleh etalase kaca Selebar 60cm.
" hahahahahhaha.... Ini nih baru asyik,  realistis. " reaksinya kala mendengar ucapanku. 

Sambil tak henti hentinya dia tertawa lepas,  kutatap dia yang berlalu pergi meninggalkanku setelah kuserahkan pesanannya. 
Itu adalah tawa lepas yang terpancar dari sorot matanya selama 1 tahun terakhir aku melihatnya. Aku tak tahu kenapa dia memendam rasa sedih,  meski fia selalu tersenyum ramah dan ekspresi riang.  Akan nampak sorot mata kesedihan yang mendalam bila diamati lebih detil. Lebih tepatnya satu tahun lalu aku melihatnya dan saat dia ada keperluan di tempatku bekerja tak jarang kulihat dia sering melamun.  Sejak hari itu , aku berusaha mengajak dia ngobrol dan bercanda sembari menanti pesanannya selesai. 

Meski sudah tak terpaku lagi dan bisa bersosialisasi namun masih tersisa kesedihan yang tak pernah dia ungkapkan.  Aku pun penasaran dan bertanya ke rekan dan bosku yang ornag asli situ.  Dan kuketahui bahwa dia baru pulang dari kerja diluar kota sehingga mungkin terasa asing dengan kampungnya sendiri dan sepertinya hatinya telah dihancurkan oleh seseorang saat dia berada di luar kota. 

Suatu hari kuberanikan diri untuk datang kerumahnya,  bangunan kokoh sepanjang 10 meter membentang di tepi jalan dengan tinggi pagar besi sepanjang 3x3 meter membuatku sedikit goyah dan merinding.  Siapalah diri ini yang sebatas karyawan di sebuah tempat percetakan kecil di sudut kota pendidikan yang dipenuh ribuan mahasiswa yang mengejar gelar. 

Namun rasa yang sudah merasukiku selama 1 tahun membuatku tak gentar sedikitpun.  Kujejalkan langkah di setiap anak tangga menuju rumahnya yang memang sedikit lebih tinggi 1 meter diatas jalan Raya.
" Ting tung..... Assalamualaikum " suara bel otomatis yang menggunakan sensor gerak itu mengagetkan jantungku yang sedang berdegup karena ketakutan dan kenervous-an serta kebingungan atas tindakan apa yang musti kulakukan berikutnya.
muncullah gadis putih dengan rambut bob layer sebahu dari dalam toko .

" Tumben kesini,  cari apa? " tanya gadis berkaos putih dengan rok polka dot yang membuatnya nampak sangat anggun.
" Ehm,... Ini... Ehm.... Apa ya?  " tiba tiba  aku nge-blank tak tahu harus berkata apa. Mungkin karena terpseona aura kecantikan yang jarang kulihat.  Maria tak pernah berhias kala menemuiku,  maksudnya kala datang ke tempat kerjaku.  Namun kala dia sedang berjaga di toko mamanya waktu itu,  kulihat dia sedikit berhias dengan bedak tipis yang menutupi kulit sawo matangnya serta pulasan warna pink lembut di kedua pipi tirusnya makin membuatnya begitu menawan. Serta polesan lipstik pink soft yang membuatnya makin segar namun tak terlihat norak. 

" Hellow... Ditanya malah grogi.  Gak perlu terpesona okeh kecantikan miss Maria desviana yang menawan ini! " candanya sambil tersenyum usil namun justru membuatku terpaku. 

Tiba - tiba mami maria keluar dengan membawa sekotak besar barang-barang dagangan yang harus ditata di etalase.  Melihat mamanya duduk di toko sambil asyik menata barang,  tentu saja maria pun turut membantunya. 

Akupun menjadi kelu dan bingung harus mengucap apa. Akupun terlupa tujuan awalku adalah datang untuk bertemu Maria dan mengajaknya sekedar makan  di warung atau cafe deket rumah. Berkali kali aku ditanya Maria ada keperluan apa,  aku hanya terdiam dan bilang sebentar.  Masih lupa  Hingga datanglah pangeran penolongku,  teman sekerjaku yang kebetulan ada keperluan membeli pita kain ke tokonya datang.  

" Mbak cantik,  punya pita kain warna kuning buat tali pembatas buku skripsi gak? " tanya rudy temenku.
" oh iya,  ada mas.  Butuh berapa meter atau satu rol sekalian? " sahut gadis pujaanku dengan senyum ramahnya. 

" Satu rol sekalian aja mbak. " jawab temen ku yang berambut keriwul itu singkat.
" Ji,  kamu tadi cari apa?  Belum  diladenin ta sama anakku? " sapa ibu bertubuh tinggi putih  dengan hijab besarnya ala mama dede di acara talkshow.
Kaget dan kebingungan atas sapaan mama Maria sekaligus pemilik toko serba ada didekat tempat kerjaku. Aku pun langsung menyapa dia dan berusaha keluar dari suasana kikuk tersebut. 

" Rud,  kelamaan nungguin aku ya.  Sampai dijemput gini. Hehehhe.  Maaf yach kalau lama belikan pesanan si bos tadi.  Habisnya diajak bercanda sama Mbak Maria. " sahutku sambil menepuk pundaknya dan mengerling padanya pertanda agar ia mengiyakan ucapanku. 

" Oh gak apa -apa. Cuman tadi keburu ditunggu customer nya,  udah mau diambil laporan skripsinya. "
" oalah gimana sih maria itu,  aji minta pita daritadi kok gak diladeni malah sibuk ngobrol dan bantuin mamanya.  Maaf ya nak aji. " sahut ibu RT yang cukup tegas itu.
" nggak apa-apa bunda. Sudah biasa kok,  lagian juga gak diburu amat,  iya kan rud.... ?" Sambil kuinjak kakinya. 

" Aauuuwww.... Ehmmm.. Iya bu. " teriak rudy sedikit kesakitan.
" 5000 mas. " ucap maria singkat sambil menyodorkan pitanya.
" Mas Aji tadi jadinya apa?  " tanya maria singkat.
" ga jadi,  tadinya kesini karena disuruh beli pita tapi lupa dan sudah dibeli ama mas rudy nih.sudah ya mbak maria,  BU Rt,  kami pamit  yach. Makasih" terangku sambil menarik bahu rudy agar segera beranjak dari toserba itu. 

Rencanaku untuk mengajak Maria keluar pun gagal karena ketakutan ku yang berlebihan,  meski setelah kejadian itu aku menjadi bulan-bulanan rudy dan temen- temen lain di tempat percetakan seluas 4x10 meter itu.
Hingga detik ini,  aku masih menjadi pengagum rahasia dari nona manis yang usianya 3 tahun diatasku namun memiliki paras seimut ABG.

Selama 2 tahun aku hanya mampu menggoda dan bercanda dengannya tanpa berani serius mengucapkan perasaan terdalamku.  Kala aku benar-benar merindukannya namun dia tak ada keperluan ditempat kerjaku atau aku tak memiliki keperluan di tokonya,  maka hanya sebait kata rindu tak tersampaikan yang mampu kutorehkan diatas kertas putih. 

Wahai Gadis Pirang bermata sipit
Senyum riangmu sudah tertoreh dalam dinding hatiku
Paras anggunmu telah terbingkai rapi dalam imajiku
Suara gelak tawa khas mu sudah melekat di gendang telingaku

Bersanding denganmu dalam suatu senja Adalah impian terbesarku
Duduk bersama di hamparan pasir menatap sang Mentari yang mulai tertunduk malu

Mampukah imaji itu terwujud? 
Haruskah kulalui hari hanya dengan melihatmu dari jauh
Tak bisakah kutatap senyum indahmu live hanya berdua

Tak bisakah candaan kita menjadi ikatan serius? 
Relung jiwaku menggema kala mendengar suara merdumu
Nada falsku ingin kudendangkan tuk membuaimu dalam mimpi

Wahai kekasih pujaan
Ku kan selalu mengagumi dalam kejauhan
Sepanjang usiaku... 
Sepanjang nafasku

Salam sayang dariku 
Aji

Kamis, 03 Agustus 2017

Review Cerpen " Mata Elang Itu" by Anne

Okay guys,  kali  ini aku mau menulis tentang review karya tulis cerpen fiksi dari salah satu rekan di kelas fiksi slash satu komunitas penulis di Indonesia yaitu one day one post.

Gak perlu basa-basi (berlagak merapikan kacamata dan mengasah golok pembantaian...... Wkwkkwkwk), langsung aka yach reviewnya.

Judul.        : Mata Elang Itu
Penulis.    :  Anne Fariz
Genre.      :   Teenlit
Blog.         :   http://anefariz.com/fiksi/mata-elang-itu

Dari sisi judul sudah cukup bagus,  pandai memilih judul yang membuat orang penasaran untuk menguak isinya.  Selain itu juga cukup singkat dan iconic Serta mudah diingat.

Mulai berkenalan dengan alunan ceritanya,  kita disuguhkan hidangan teenlit alias kisah kehidupan remaja dengan seragam khas abu-abu putih. Biasanya penuh dengan kisah cinta dengan rasa malu-malu dan deg-deg'an.

Secara keseluruhan,  penulis ingin menceritakan Ersa sang tokoh utama yang sedang mengagumi seseorang namun dikarenakan suatu kelalaiannya, dia harus menanggung malu tak tertahankan di  depan kekasih idamannya kala dia dihukum.
Gaya bahasanya juga ringan dan  mudah dicerna karena yang  dituju adalah kalangan remaja.

Ide ceritanya sangat bagus dan menyimpan banyak konflik yang bisa dieksplorasi. 
Oh iya,  ada kejutan di akhir ceritanya.  Jadi jangan ragu untuk  membaca hingga akhir yach.

Cara menceritakannya teratur, berurutan dan tak meloncat sehingga memudahkan pembaca mengikuti cerita.  Detail penggambaran juga cukup.
Namun ada beberapa poin yang perlu diperbaiki dalam penuangan ide tersebut menjadi sebuah cerpen yang tertulis.

1. Inti konflik sebaiknya diletakkan diawal cerita untuk menarik rasa penasaran pembaca.
Misal.  Paragraf awal dibuat dengan menggambarkan kehebohan siswa dan guru kala Ersa pingsan di lapangan. Atau rasa malu yang ditanggung Ersa kala dihukum. Kemudian bisa di flash back ke kisah awalnya.

2. Penyebutan nama  tokoh yang berulang seharusnya bisa diminimalis dengan menyebutkan ciri atau karakter tokoh,  sehingga pembaca akan lebih mengenal dan mengenali tokoh sesuai dengan imaji penulis. Selain untuk menghindari penggunaan kata berulang dalam satu alinea.
Misal.  " kurang,  neng. " teriak pak sopir.
Itu adalah kata panggilan untuk kedua kalinya disebutkan.
Bisa dipermanis dengan kata.
" kurang,  neng. " sahut pria berkumis yang duduk dibalik kemudi angkot butut itu.

3. Pemilihan kata diusahakan lebih efisien,  jangan terlalu memboroskan kata agar tak terkesan belibet. Serta peletakan tanda baca koma yang kurang tepat atau bahkan ada yang berlebihan.
Ex.  Di saku depan tas tidak ada,  coba lagi di saku dalam tas...... Dst,  hingga semua isi... Dst,  namun tetap nihil,  topi... Dst.

4. Penulisan dialog harusnya dengan tanda "..." . Ada dialog Ersa meski dalam hati seharusnya diberi tanda atau dibuat menjadi tulisan miring.  Untuk membedakan dengan kalimat cerita atau kalimat keterangan .

Selebihnya aku suka dengan ide cerita,  konflik yang bisa digali dan kejutan dari sang penulis yang cukup  biking ngakak setelah dibikin klimaks tokoh yang sedang bermasalah.

Jadi mengingat masa cinta monyet di mass abu-abu putih.  ....... Wkkwkwk.
Sekian review Serta krisan yang bisa kusampaikan.  Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. 

Karena aku pun belum mampu menghasilkan tulisan yang bagus,  namun disini murni ini adalah pendapat professional selaku pembaca yang sok expert..... Wkwkkwk..

Udah yach....  Mau istirahat..... Dan bersibaku dengan selimut karena udah super dingin nih kotaku.... Suhunya bener- bener gak bisa dikompromikan.
See ya di tulisan selanjutnya. 

Salam literasi.

#onedayonepost
#tugas fiksi ke. 7

Sabtu, 29 Juli 2017

Ghost called writing block

Ghost called Writing Block

Di penghujung senja yang makin memerah disertai deburan ombak dari pantai lovina,  kira kira 200 meter dari bibir pantai berdirilah sebuah villa yang cukup tenang karena tak memiliki banyak kamar.  Hanya sekitar 5 kamar villa private dan sebuah Taman bersama yang cukup nyaman untuk bersantai di penghujung hari. 

Terhampar beberapa pohon rindang dengan rumput yang tertata rapi di bagian kiri jalan setapak menuju masing - masing kamar.  Sedangkan di sebelah kanan terdapat deretan bunga yang bermekaran namun tertata rapi di dalam pot bunga yang menemani perjalanan menuju kamar.  Tak lupa juga patung berarsitektur khas Bali siap menyambut kehadiran para tamu tepat di persimpangan pintu masuk setiap kamar villa. 

Kulihat ada sepasang kekasih berusia paruh baya bersama kak Putu staff villa ini sedang mengantar mereka menuju kamar villa Melati.  Akupun menyapa ramah Pria jangkung yang menurutku berotak cerdas yang nampak dari dahi lebarnya dan sedikit maju tersebut. 

" Sore kak Putu. " sapaku sambil melambaikan tangan.
" Eh,  nona berhijab sudah pulang.  Tidak ke pantai kah,  menikmati sunset Indah pantai lovina?  " tanyanya keheranan. 


" Enggak ah,  kemarin udah lihat lagian sekarang lagi bete. "  sahutku singkat.
Dia pun akhirnya menghampiriku yamg sedang duduk di teras berteman secangkir capuccino hangat yang tergeletak di atas meja berupa bongkahan kayu yang dipelitur ulang hingga nampak mengkilat dan serat kayunya masih jelas. 

" Kenapa bete nona manis?  Kalo beli gak salah ingat,  waktu check in kemarin siang , katanya lagi liburan dan mencari inspirasi biar bisa menelorkan karya tulis yach? " tanyanya keheranan. 

"Iya sih kak.  Tapi sudah berbulan-bulan gak bisa nulis,  kehabisan ide. " jawabku makin bete sambil menyeruput kopi hangatku.
Wajah keheranan nampak diwajahnya,  hingga akhirnya dia mulai duduk di kursi yang ada di sisi meja.  Seolah ingin berbagi cerita atau sekadar mencari teman bicara. 

" Maaf ya non,  saya boleh duduk kan. " pintanya padaku.
" Ok,  silahkan. Sambil menjadi temen ngobrolku biar ga bengong sendirian. " sahutku kegirangan.

" kalo beli gak paham nulis,  tapi bukankah ide bisa darimana saja yah.  Emang non Rika nulis apa sih?  Kalau boleh tahu. " tanyanya santun namun penuh tanya dan solusi yang ingin dilontarkannya. 

" Hehehe....  Nulis karya fiksi tapi gak jarang juga buat artikel non fiksi gitu. " jawabku sambil tersipu malu.
" Wuih.. Keren. Banyak baca kayaknya non Rika, buktinya bisa nulis cerita imajinasi sama nulis artikel.  " sahutnya terkagum. 

" hmm... Nggak juga sih,  dulu sering baca.  Kalau sekarang rada berkurang karena kesibukan yang terelakkan. " jawabku sedikit sedih.
" Loh,  kok gitu.  Mungkin itu penyebabnya non,  karena jarang baca akhirnya kurang asupan nutrisi.  " sahutnya santai. 

" Kurang Nutrisi?  Mana ada?  Penuh lemak nih . " sahutku keheranan.
" Nutrisi otak maksudnya non. " sahurnya singkat tapi cukup menghujam hatiku karena ucapan cowok pantai itu memang bener adanya. 

Brrrtt... Brrtttt

Suara itu menghentikan lamunanku atas ucapan kak Putu,  ternyata hpnya berdering pertanda pekerjaan sedang menantinya.
" Udah dulu ya non,  waktunya berburu pundi pundi emas. See you. " pamitnya buru-buru.

Akupun mulai merenungkan lagi ucapan staf villa itu,  meski sederhana namun aku akui itulah akar permasalahan yang sedang kualami.  Hampir 6 Bulan lamanya aku tak menghasikan tulisan berbobot,  meski banyak tulisan yang kutorehkan selama 1 tahun terakhir namun kurang sarat makna.  

Apalagi 1 bulan terakhir,  setiap aku mulai membuka laptopku.  Hanya satu atau 3 kata yang tertulis,  namun tak ada kata lanjutan yang teetorehkan lagi.  Hingga mata ini tersilaukan oleh layar putih yang menyilaukan .

Setelah menghabiskan tetesan capuccino, angin mulai terasa menusuk jantungku.  Kegelapan pun mulai terasa di sekitarku,  karena aku lupa menyalakan lampu di bebrapa sudut villaku. Entah tiba tiba kenapa aku merasa merinding dan ketakutan,  mungkin karena aku sendirian di villa inikah?

"Bukankah ini malam keduaku,  kenapa aku ketakutan begini." bisikku dalam hati.
akupun beranjak masuk ke villa dan mulai menyalakan musik dari laptop berstikerkan full hello kitty dan aku mulai duduk di tepi kolam renang mini yang berwarna biru dan berbentuk oval  sepanjang 3x1 meter. 

Berharap aku mendapatkan ide dengan membuka file microsoft word dengan tipe blank. 5 Menit  pertama kuhabiskan hanya memandang layar kosong , akhirnya aku kembali menyibukkan diri dengan bernyanyi mengikuti lagu yang sedang diputar. 

 10 menit kemudian aku mulai melihat layar kembali,  terdiam beberapa waktu hanya makin merasakan kegalapan di sekitarku. Laptop seolah ingin ngambek dan marah kepadaku karena jarang sekali aku membelainya dengan menulis cerita hingga berjam-jam. 

Bahkan mungkin si kitty/ panggilan buat laptopku ingin menggetok kepalaku dengan badannya yang kekar biar ide dan kata-kata rontok berjatuhan dari kepalaku dan bisa segera dituangkan melalu deretani tuts empuknya. 

Writing block pasti menyerang penulis manapun. Tak terkecuali penulis newbie seperti aku. Namun aku tak mau terjebak terus-terusan, hingga aku putuskan untuk menempuh perjalanan wisata selama satu minggu di Bali.  

Aku mulai merenung kembali,  bagaimana caraku agar bisa keluar dari penyakit yang menghantuiku selama berbulan Bulan. Kumulai mencerna kata-kata kak Putu,  banyak baca lagi buat asupan alias nutrisi otak. Mungkin dengan begitu aku bisa mulai menemukan soul menulisku,  dengan mulai bercengkerama dengan barisan kata agar aku mulai jatuh Cinta lagi pada dunia penulisan. 

Sambil mendengar alunan acoustic cover song dari  J. FLO akupun  mulai membuka halaman mbah google dan mencari beberapa cerpen atau novel ringan untuk pemanasan otakku.  Anggap saja sebagai camilan ringan otakku. 

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul.  20.00 WITA.  Udara dingin pun mulai merasuk ke tulang rusuk hingga memaksaku untuk beranjak dari rumput di tepi kolam dan masuk ke kamar hangatku berteman selimut bermotif polkadot black and white. 

Sembari menyalakan TV,  aku pun mulai berimajinasi dan seperti mendapat sebuah potongan ide cerita yang ingin kutulis. Saat itu yang terlintas adalah menulis cerpen mengenai perjalanan wisata sepasang kekasih muda,  sosok yang tergambar adalah 2 tamu yang ada di villa sebelahku tadi sore. 

Tentu saja sudah aku persiapkan sedkit konflik sepanjang liburan mereka dan sedikit humor yang mereka rasakan selama liburan.  Tak lupa ciri khas ku yang suka memberikan konflik kejutan di pertengahan cerita yang sekaligus klimaksnya,  namun masih belum tergambar endingnya. 

Tanpa kusadari obrolan ringan yang berasal dari seseorang tak terduga menjadi obrolan cerdas yang cukup bermakna dan mengobati diri dari ketakutan akan hantu called writing block. 

Yah,  not too bad untuk tahap awal menyembuhkan diri dari hantu called writing block.  Dan sekarnag aku sudah mampu melanjutkan 3 novelku yang telah terbengkalai selama 1 tahun.  Serta menelurkan beberapa cerpen dan artikel pendek sebagai camilan untuk nutrisi kemampuan menulisku.

Itulah sedikit kisahku mengenai terlepas dari belenggu ketakutan atas momok bagi semua penulis. 

Thanks buat yang udah baca. 

Catch my dream

Penulis inspirator.  RHONDA BRYNE
Judul.  The Power

Cerpen. Catch my dream
By.  Riendra Siswin


Dikala semua harapan seolah sirna,  lilin lilin penerang kehidupan mulai padam.  Bahkan seberkas cahaya yang cukup jauh dalam lorong gelap hidupku pun perlahan makin tak nampak hingga kegelapan dan sepi yang terasa.

Bagi sebagian orang mungkin akan memilih mengakhiri hidupnya dalam himpitan kehidupan yang cukup keras ini.  Namun tidak bagiku,  meski saat ini tak tahu harus berbuat apa,  takkan kuakhiri hidupku secepat itu.  Mimpi yang meski  terlihat sangat impossible , akan kukejar hingga nafas terpisah dari ragaku.

Fachrudin Nur Cahyo adalah nama yang sudah melekat sejak nafas ini mulai terhembus di dunia. Terlahir di keluarga kelas bawah bukanlah pilihanku sewaktu masih menjadi roh bergentayangan . Namun aku tetap menjalani hidup yang sangat berat tersebut.  Sejak kecil aku hidup dengan ekonomi yang kekurangan bahkan tak jarang sehari bisa makan itu sudah berlimpah.

Bersyukur aku bisa menamatkan sekolahku hingga SLTA dengan uang yang aku peroleh dengan membantu tetangga berjualan jajan pasar.  Pagi buta aku membantu bu Surti membawakan kie ke pasar tradisional dekat rumahku.  Saat matahari mulai menampakkan kesombongannya,  akupun pamit untuk berangkat sekolah,  hingga sang Raja hari telah lelah dan mulai menyingsing ke barat aku pergi ke warung kopi yang ada di pelabuhan.

Semuanya berlalu begitu saja tanpa kusadari bahwa diri ini sudah menginjak usia 30-an.  Keinginan untuk membangun sebuah keluarga pun terlintas,  namun apalah daya diri yang serba kekurangan. 

Di suatu senja kala Mentari yang berwarna kemerahan mulai menunduk malu di pesisir pantai , dsertai hembusan angin yang sepoi namun menyejukkan raga yang lelah ini pun mulai membawa diri menuju imaji.

Sesaat terlukiskan sosok sang bidadari diawan namun sedikit tertutupir oleh segerombolan awan putih hingga aku tak mampu melihat wajah sang pelangi.  Dalam benakku terbesit rasa untuk menemukan sosok anggun seperti bidadari.  Namun tiba-tiba  anganku terbuyarkan oleh teriakan seorang ibu yang memanggil anaknya untuk pulang dan keluar dari hamparan pasir yang berbisik lembut saat terhempas sang angin.

Kala kubuka mata maka aku sadar semua itu adalah imajinasi kosong dan harus segera terlupakan,  namun saat kudengar suara alam dan sederetan semut yang sedang berkonvoi di atas Batang pohon kayu yang aku dudukin aku tertegun sejenak.  Kumulai bertanya,  seekor semut saja mampu membawa beban melebihi ukuran tubuhnya,  berarti nothing is impossible.

Disamping itu,  alam selalu selaras meski apapun yang terjadi.  Seburuk apapun kondisi alam,  maka alam akan memperbaiki dirinya.  Jadi kenapa aku yang memiliki akal dan segenap kehebatan yang tak dimiliki orang lain tak mampu memperbaiki ketidakseimbangan kehidupan.  Menurut buku yang pernah kubaca sewaktu sekolah yang mencuri waktu untuk menjejali otakku dengan buku di perpustakaan umum dulu,  disebutkan bahwa "Apa yang kau pikirkan itulah yang akan terjadi. "

Benar juga yach,  selama ini aku berpikir aku hanyalah anak pinggiran pantai yang terlahir dan akan mati disini dengan kondisi apa adanya. Makanya meski aku kerja mulai pagi hingga larut malam,  yang kudapatkan sebatas untuk sesuap nasi yang mengganjal perut mungilku yang hanya terbalut serpihan tulang dan kulit gelapku  saja.

Maka mulai detik ini harus kuubah pikiranku,  harus kulukis ulang imajinasi dalam alam mimpiku.  Agar aku mampu mengukir tinta emas dalam kanvas kehidupanku.  Dan sejak sore Indah itu,  rutinitasku tak berubah namun satu hal yang berubah yaitu mindset didalam otak yang terlindungi tulang keras bernama tempurung kepala.

Setelah beberapa waktu,  aku bisa memiliki sebuah hp android meski gak mahal namun cukup buat membuka mbah google yang kata orang serba tahu. Akupun mulai banyak membaca di penghujung hariku dan menambah cakrawala ilmu yang mungkin 10 tahun terakhir tertutup karena kesibukanku untuk mengais rejeki di muka bumi yang kata para filsuf era socratik (abad 5-6 SM)  itu datar,  namun terbantahkan setelah dibuktikan oleh aristoteles pada 330 SM bahwa bumi itu bulat. 
Pertemuan yang tak disengaja dengan seorang gadis cantik yang mempesona,  dengan helaian kain panjang yang membalut tubuh moleknya itu sungguh tak terlupakan.  

Dia mampu merubah segala cara pandangku pada dunia menjadi lebih baik.  Awalnya aku yang sangat apatis dengan orang lain yang kaya , mungkin karena kondisiku yang terpuruk.  Namun kala mengenalnya sungguh aku terkejut,  ternyata masih ada insan berstatus kaya itu memiliki hati lembut dan tak sombong.
Meski mengetahui siapa sebenarnya sosok diri yang kumuh ini,  tak sekalipun dia merendahkan martabatku.

Tak jarang aku berbagi sudut pandang dan filosofi kehidupan dengannya.  Hingga ia mampu merubah mindsetku yang berorientasi pada keseimbangan alam atau hukum law of attraction menjadi berorientasi pada hal religi.  Konsepnya tak jauh berbeda dengan buku yang pernah kubaca namun lebih berorientasi pada Sang Pencipta.  Akupun mulai mengikuti saran dan cara berpikirnya,  kehidupan memang tak membalik layaknya membalik tangan. Namun aku mulai rasakan ketentraman yang lebih mendalam bahkan dikala cobaan mulai banyak menderaku.

Dia selalu ada untuk mensupportku,  hingga diri ini tak kuasa untuk tak mengutarakan perasaan sayangku padanya.  Bahkan kuberanikan diri untuk datang menemui dia dan keluarganya.  Tanpa ditanya pun,  kalian tahu jawabannya.  Pastinya diri ini tak diterima,  namun bukan oleh gadis anggun yang selalu mendampingiku melainkan oleh segenap keluarga besarnya.

Apa aku menyerah?  Tentu tidak.  Aku telah mengalami intimidasi status sosial semenjak terlahir,  jadi itu sudah biasa bagiku.  Aku terus dan tetap menghampiri dan hadir di kehidupan wanita anggun bak seorang bidadari syurgawi yang menutupi kemolekannya dengan helaian busana syar'i.  Meski terkadang hatiku tersayat atas sikap dan ucapan keluarganya.  Apa aku marah?  Tidak.  Karena apa yang kita tarik itulah yang akan kita dapat.  Oleh sebab itu,  aku tak pernah bereaksi negatif dan gak bernegatif thinking terhadap gladys dan keluarganya.

Namun aku takkan menyerah berusaha memperoleh bidadariku dengan cara santun,  karena aku percaya bahwa " Hasil takkan pernah mengkhianati proses dan usahanya". Sampai darah tak sanggup mengaliri denyut nadiku dan nafas sudah tak mampu berhembus dalam ragaku,  maka saat itulah diriku akan menyerah untuk  menggapai mimpi dan imajiku.

Kamis, 20 Juli 2017

EGOIS

" Gunung Himalaya yang dikenal memiliki bunga es abadi saja masih bisa ditaklukkan! "
" Gurun Sahara yang dikenal gersang,  masih memiliki oase untuk melepas dahaga para pelancong! "
" Tak meleleh kah kebekuan hatimu atas segala sikap manisku? "
" Detik demi detik kulalui bersamamu demi menemukan kunci untuk membuka peti hatimu yang telah engkau kubur bersama masa lalumu! Apa itu bukan perjuangan? "
" Saat kulihat kedalam lautan hatimu,  kumulai temukan palung terdalam yang membuatmu begitu dingin pada sosok lelaki. Namun aku tak berpaling! "
" Berkali-kali ku menyelam hingga kehabisan nafas,  agar kumampu menarikmu ke tepi  pantai bernama Cinta.  Namun engkau masih tak mau melepas genggaman pada peti hitam itu.  Tak sadarkah kau,  itu makin menarikmu jauh terbenam dalam palung kegelapan hatimu! "
" Stop!  Jaga Ucapanmu!  Kau tak mengenalku,  don't judge! "
" Sombong sekali wanita itu,  sok kecantikan banget.  Kasihan dia,  sepertinya dia pria baik-baik. "
" Kalau aku jadi tuh cewek, kan kugenggam dia erat dan takkan melepaskannya. "
" So sweet banget dia,  layaknya pangeran berkuda putih dalam dongeng cinderella. "
" Sudahlah,  percuma berdebat.  Biarlah waktu yang akan menjawab.  Kau tak pernah menjadi diriku,  takkan mungkin kau memahami makna dibalik semua sikapku. "
" Bila esok kau masih menemuiku,  aku anggap kau memahamiku.  Bila tidak,  it's fine.  Aku paham dan mungkin ini pertemuan terakhir kita.  So, i wanna say thanks for everything and i apologize for all.  Selamat tinggal sayang. "
Kutinggalkan dia disana beserta seperangkat bunga dan pemain biola yang digunakannya untuk melamarku di malam valentine tahun ini. 
Sejak malam itu , aku tak pernah melihatnya lagi. Namun gara-gara semalam saat aku berjalan-jalan di toko buku dan kulihat buku bertuliskan " untuk Deviana! " dengan pengarangnya bernama Eka Kurnia Meghan. Aku terkejut.
Saat kubaca novel itu semalam suntuk,  aku tak kuasa menahan tangisku. Dia tidak menghilang namun membuktikan cintanya kepadaku.
Bahkan saat berada di halaman terakhir bukunya dia masih berusaha melamarku dan meninggalkan sebuah nomer untuk dihubungi.
" Hallo ... Ni'am.  " kutelepon dia dengan panggilan sayangku dulu.
" E... Ee.. Viii..... Kaukah ini? Kau sudah melihat perjuanganku untuk membuktikan cintaku? "
" Jadi,  sudah layakkah aku menemuimu dan melamarmu kembali? "
" Maafkan aku Ni'am,  I Love U too.  Dan aku bersedia !"

Sabtu, 15 Juli 2017

Get Well Soon



Kringgg........

"Hallo,  iya.. Iya!  Ini bentar lagi udah mau sampai di lokasi.  Sabar dikit kenapa,  rempong sekali,  kayak mau kiamat saja! " suara keributan yang terdengar bercampur hiruk pikuk keramaian jalanan kota.
Suara laju motor matic tua itu makin terdengar cukup keras dan bising. Tak lama kemudian terdengar suara klakson saling  bersahutan dan akhirnya hal tak terduga pun terjadi.

Brakkkk........

Suara yang terdengar saat aku terjatuh karena kelalaian seseorang. Hingga tubuh rapuhku pun harus membelai aspal jalanan berwarna pekat dengan wangi khasnya yang menyengat tatkala terpapar sinar matahari yang terik.

Aku yang terkapar kaku sudah tak mampu merasakan tiap bagian raga ini, hingga kesadaranku pun perlahan sirna. Seolah diri ini merasa itu adalah moment saat aku harus menutup usia.  Namun kucoba memaksakan diri dan mulai menatap keadaaan di sekitarku sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Kutatap tubuh ini yang penuh luka-luka hingga ragu akan bagian vital pada ragaku apa masih berfungsi dengan baik. Tak lama kemudian mulai sayup-sayup kumendengar gemuruh keriuhan disekelilingku. Dan di antara orang-orang yang mengitariku ada sosok malaikat penolong yang menjauhkan diri ini dari empuknya kasur jalanan.

Setelah itu perlahan kesadaran ini mulai pudar hingga aku tak mampu mengingat lagi apa yang terjadi setelah orang itu memindahkan tubuhku. Yang kuingat saat membuka kedua mata ini, diriku sudah berada di sebuah ruangan yang sedikit redup disekelilingnya namun ada seberkas cahaya yang sangat terang dan menyilaukan menyinari tepat diatas tubuhku. Lalu disisi kananku dapat kulihat walau dengan tak jelas berbagai alat kecil seperti gunting, pisau, pinset dan beberapa alat lainnya yang tertata rapi dalam satu wadah berbentuk persegi.

Dan kemudian ada sekelebat bayangan mendekatiku.
"Sepertinya bagian ini harus ditransplantasi agar dia bisa kembali normal, tapi kita harus memberitahukan hal ini dulu pada seseorang terlebih dahulu. Bagaimana menurutmu, Bro?" tanya sosok itu pada partnernya yang berkacamata.

"Gak perlu, Sob. Ini sudah urgent, langsung kita tangani saja sebelum terlambat dan bisa menyebabkan malfungsi pada bagian lainnya." jawab si kacamata dengan gaya sok jeniusnya.

"Apa ?? Seenaknya aja main ganti, emangnya mereka yakin bagian itu harus diganti ? Jangan ngawur, jika terjadi malpraktek, awas kalian !!" kesalku atas percakapan mereka sebelum kesadaranku sirna.

Entah berapa lama aku pingsan sebelum akhirnya kesadaranku perlahan pulih setelah dua orang tadi mengkorek-korek bagian vital pada tubuhku.
"Syukurlah semua berjalan lancar. Kondisinya udah kembali normal walau penuh luka-luka pada bagian luar." ucap sosok yang tadi mengoperasi diriku dengan gaya sok keren sambil menyisir rambutnya dengan tangan kanan.

"Allhamdulilah." ujar sesosok wanita berhijab dengan ekspresi penuh kelegaan sambil memandangku yang terkapar di atas meja kayu.

Lalu tiba-tiba pria yang berkacamata meraihku dan menyerahkan diri ini pada wanita tersebut yang tak lain adalah pemilikku. "Ini hpnya, tolong dijaga dengan baik. Kasihan, masih bagus kok barangnya." dan tuanku pun hanya tersipu malu mendengar ucapan si kacamata. "Oh iya, berapa biayanya?" tanya pemilikku dengan masih tersenyum. "Rp 450.000 aja, itu udah termasuk bagian ic power yang diganti juga jasa servisnya." jawab si sok keren yang sedari tadi membelai rambutnya.

"Ok." ujar pemilikku sambil membuka tas mininya yang berwarna pink dan sedikit usang. Dan sesaat kemudian ia menyerahkan beberapa lembar kertas berwarna merah serta biru yang terlihat masih kencang.

"Makasih, Mbak. " ujar si sok keren dengan senyum genitnya. Tuanku hanya tersenyum tipis, kemudian ia bergegas meninggalkan tempat itu setelah menaruhku di dalam tasnya. Syukurlah kini diriku telah kembali normal walau tubuh ini sudah tak semulus saat pertama kali dibeli. 

Kuakui memang tuanku orangnya rada kasar namun ia cukup peduli padaku, buktinya ia langsung membawaku ke tukang servis begitu tahu kondisi diri ini ketika terjatuh dari motor saat ia asyik menelepon kekasihnya sambil berkendara, dimana kala itu aku diletakkan di sela-sela helmnya. 

Rasa syukurku pun tak habis-habisnya karena tukang servisku adalah sosok yang profesional dalam pekerjaannya. Hingga diri ini tak berminggu-minggu berada dalam tumpukan pasien-pasien lainnya yang mungkin sudah tak tertolong lagi. Kini aku pun harus kembali melayani dan menemani tuanku dalam mengisi segala aktifitasnya yang begitu sibuk.

Entah sampai kapan aku mampu melayaninya. Yang kutahu bahwa diri ini akan setia hingga tidak adanya aliran elektrik merambat ditiap jalur nadiku atau hingga tuanku bosan dan menggantiku dengan sosok baru yang mungkin lebih canggih dan mulus. Tapi sebelum itu terjadi, aku bersumpah akan mendedikasikan hidupku untuk melayaninya.

The end. 

#onedayonepost
#kelasfiksiodop
#tugaspertama

Sabtu, 20 Agustus 2016

Be strong when broken hearth


Cinta.....Sebuah kata yang memiliki berjuta makna. Kata orang cinta itu Buta, mungkin benar ungkapan tersebut. Karena hal itulah yang menderaku selama 6 bulan terakhir, hingga diriku bagaikan merpati yang menempuh ratusan kilometer, demi bertemu sang pujaan hati.

Buta?? Bisa dibilang begitu, karena wujudnya saja tak pernah aku temui, hanya jajaran abjad yang selalu dilayangkannya melalui sinyal 3G pada hp androku yang terkadang sering ngadat. Tanpa kusadari hal itu terus memupuk rasa cinta ini dalam istana hati, hingga membuatku bersikap nekat dan terkesan gila. Tepatnya 2 minggu lalu aku melakukan perjalanan 900 kilometer hanya demi menemui dia yang jauh disana.

Oh...iya, namaku Gisha Azfa Nadilla, seorang mahasiswi perantauan di Universitas Brawijaya. Penampilanku simple but looking casual dan trendy meski seorang hijaber.
Berawal dari suatu pagi 3 minggu lalu di kampus, setelah selesai melakukan remidi untuk beberapa mata kuliahku, Aku dan Dilla sahabat karibku sejak semester pertama sedang asyik bercanda, namun tawa itu terhenti seketika saat ada notifikasi dari Erfan Arfiz Syahrizal yang berisi barisan sajak indahnya di layar androidku.

"Gisha, aku ada ide nih! minggu depan waktu liburan semester, aku mau ke rumah tanteku di depok buat acara pernikahan sepupuku. Gimana kalau kamu temenin aku sekaligus jadi pembokat dadakan alias seksi sibuknya gitu, cuman 2 minggu doang koq.....plisss!! Truz sekalian kita kasih kejutan sama pacar dunia mayamu yang puitis itu??" terang Dilla.
"Tapi......apa mungkin itu??" sahutku singkat.
"Ya iyalah, masak aku bercanda sich." jawab dilla singkat.

Seminggu kemudian kami sudah di Depok, untuk membantu persiapan acara pernikahan itu. Alhamdulillah, prosesi pesta selesai dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Dan 1 minggu terakhir disana, kita having fun ke beberapa tempat wisata bersama keluarga besar Dilla. Dua hari sebelum jadwal kepulangan, kami pun mencari alamat Erfan yang tertera pada paket barang, sewaktu dia memberikan kado pada ulang tahunku ke-21.
Hari itu masih aku ingat, Sabtu Siang sewaktu tiba di kawasan perumahan depok. Kita bertanya kepada pak Satpam dan dengan ramah beliau bersedia mengantar kami. Setelah melewati beberapa blok kita di blok G.5, rumah Erfan.

Dengan sedikit deg-degan aku pun turun dari mobil, sedangkan Dilla masih sibuk memarkirkan kendaraannya. Kupencet bel yang ada di samping pintu pagar, dan beberapa lama kemudian keluarlah seorang ibu paruh baya sepertinya pembantu dari Erfan.

Aku pun memperkenalkan diri dan menanyakan keberadaan Erfan. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada suara seorang pria yang berteriak kepada ibu tadi.
"Bi Inah, bukain pintu garasi sama pintu gerbang!! Aku mau keluar!" .

Gerbang utama pun dibuka lebar oleh bibi tadi dan sambil berlari dia bergegas menuju garasi mobil untuk membukakan pintu.

Tiba-tiba muncullah, seorang gadis cantik berambut panjang berwarna coklat keemasan, bak seorang foto model dari pintu ruang tamu. Namun dibelakangnya muncul seorang pria jangkung dengan badan tegap memeluknya. Beberapa kecupan dilayangkan sang pria pada wanita molek itu.

Bagaikan petir di siang bolong, saat aku melihat dengan jelas bahwa sosok tersebut adalah pangeran pujaan, yang selama 6 bulan ini menjadi pacar dunia mayaku. Pria yang berjanji untuk setia menjaga hati meski menjalankan cinta LDR. Betapa bodohnya diri ini telah mempercayai bualan manisnya.

Beberapa menit kemudian, dia baru menyadari keberadaanku.
"Gi.....Gi .....Gisha?? A..apaa yang kau lakukan disini?? Kenapa kau datang tiba-tiba tanpa mengabariku dulu??" pertanyaan yang terlontar saat berjalan mendekatiku.

"Sayang, udah buruan......keburu telat nih!! Udah ditunggu anak-anak di cafe." teriak wanita berambut pirang tadi.

"Ah....ehmm...iya bentar. Kamu masuk mobil dulu, gih." Sahut Erfan pada wanita yang kemungkinan besar kekasihnya.

"Aku ada keperluan, nih. Kamu pulang saja dulu! Nanti aku jelaskan, Maaf." kata yang terucap dari Erfan sambil berlalu meninggalkanku begitu saja.
Erfan pun berlalu melewatiku dengan mobil Jazz merah miliknya, dengan tatapan tajam dari dalam kendaraannya. Aku yang masih terpaku dikejutkan oleh Dilla.

"Gisha...Gisha.....apa yang terjadi?? Bukankah tadi Erfan yang mengendarai mobil Jazz tadi?? Kenapa dia malah pergi dari rumah??" tanya Dilla kepadaku.

Kutegarkan jiwa ini dan mencoba menahan, ribuan airmata yang mulai berjajar rapi di pelupuk mataku.

"Dilla, bisakah kita pulang sekarang. Dan jangan bertanya apapun terlebih dahulu" pintaku padanya sambil berlalu melewatinya menuju mobil.

"Okay, Gisha sayang. As you wish" jawab Dilla atas permintaanku.

Namun entah apa yang dibicarakan Dilla dengan bi Inah. Setelah itu, barulah Dilla mulai menuju mobil dan melajukan HRV putih milik tantenya, dengan cepat layaknya pengemudi F1. Sekitar jam 14.00 wib, kita sudah tiba di rumah tante Herlin. Aku pun segera menuju kamar, karena sudah tidak sanggup kubendung lagi barisan air mata yang sedari tadi mengantri.

Dilla pun menyusul dan langsung mendekapku dengan erat dan mengungkapkan kata-kata penguat hati. Sepertinya dia sudah mengetahui apa yang aku rasakan. Aku masih ingat perkataan Dilla.

"Gisha sayang, kamu cantik dan baik. Kau layak memperoleh pangeran berkuda putih yang memiliki hati sebersih kapas. Sepatutnya kau disandingkan dengan dewa bukan manusia busuk seperti Erfan. Biarlah yang tampan seperti setengah dewa pergi karena sang Mahadewa-lah yang layak menghampirimu dan mendapatkan kasih sucimu. Lupakan dia dan buktikan padanya bahwa kau jauh lebih baik dibandingkan cewek pirang yang direngkuh erfan saat ini. Percayalah suatu saat erfan akan menyesal sepanjang hidupnya karena telah mempermainkan perasaan sang Mahadewi. Okay honey, do you understand!!" ucapnya sangat tegas dan penuh keyakinan dalam sorot matanya.

"Hu uhm. Aku tahu Dilla. Makasih banyak, maafkan aku bila sesaat terlihat rapuh dan bukan seperti seorang Gisha yang seperti biasanya."  akupun terdiam sejenak.

"Buat apa aku meneteskan air mata berharga ini demi cowok busuk sepertinya. Lagian di kampus masih banyak temen-temen yang mengharapkan senyum manisku, termasuk sahabat karibku yang cerewet ini. Anggap aja 6 bulan ini, Gisha habis kerasukan dan perlu di Ruqyah. Yaa Allah, makasih yach sudah mengirimiku peruqyah yang super bawel ini." sambil menatap Dilla dengan hangat.

"By the way, gue laper nih dilla, abisnya menangis ternyata menguras stok karbohidrat dan proteinku. Please cari camilan yuk sambil dimakan di taman deket komplek. Butuh oksigen segar nih......habisnya kamu main dekap aja, nih mukaku sampai gak bisa bernafas....hehehe." candaku pada sahabatku yang mulai pasang wajah khawatir.

"Nah gitu dong, ini baru namanya Gisha. Ceria, penuh canda dan gak pernah jaim buat makan." sahut Dilla memujiku sambil tertawa lepas.

Hari itu kita habiskan bersama dengan jalan-jalan sekitar komplek perumahan sambil mencari camilan. Keesokan paginya kita pulang ke Malang. Setiba di Malang, hp mulai aku aktifkan kembali. Sesuai dugaanku, berpuluh-puluh pesan dan panggilan tak terjawab dari Erfan mulai membanjiri notifikasi hp androidku saat hp kuaktifkan. Perlahan mulai kubaca pesan yang masuk. Tak selang beberapa waktu, hpku berdering. Dengan helaan nafas cukup berat dan kilasan penjelasan Dilla mengenai Erfan dan wanita itu.

"Halo, Assalamualaikum. Dengan Gisha ada yang bisa dibantu?" jawabku santai.

"Halo Gisha, ini aku, Erfan. Please jangan ditutup, dengarkan aku." sahutnya.

"Hmmm" jawabku singkat.
"Wanita itu namanya Clarissa , dia tunanganku. Kita dijodohkan sekitar 3 bulan lalu dan akan menikah 4 bulan lagi. Kita dijodohkan karena orang tua kita adalah partner bisnis dan ini pernikahan karena dasar bisnis juga. Namun dalam hatiku, hanya engkau seorang kekasihku, Gisha!!" tegas Erfan padaku.

"Stop!! Hentikan bualanmu, Erfan. Jika memang pertunangan ini terpaksa, kenapa juga kau bermesraan dengannya di teras rumahmu?? Yang kedua, dengan tidak menceritakan pertunangan ini, kau sudah membohongiku!! Yang ketiga, kau abaikan diriku yang telah menempuh hampir 900km hanya demi memberimu kejutan. Kau telantarkan diriku di depan pagar rumahmu tanpa kau beri salam bahkan sebuah perkenalan pun tak kau lakukan. Kau tinggalkanku begitu saja dan pergi bersama wanita itu."jelasku padanya dengan tegas.

"Ehmm..... itu...ehmmm...pokoknya aku suka kamu Gisha. Please percayalah. Aku memang gak bisa mengingkari perjodohan ini, tapi kalo kamu perlu bukti aku bisa datang ke rumahmu sekarang dan kita menikah besok sebatas nikah sirih buat bukti sayangku padamu." Jawabnya dengan nada memaksa.

"Whats?? Dasar cowok gila!! Sorry yach, gue bukan cewek sembarangan!! Kalau kamu ingin menikahi banyak cewek, salah alamat mas Bro!! Pergi ke laut aja kale, sapa tahu tuh putri duyung pada antri mendaftar jadi istri simpananmu!!" omelku dengan penuh kekesalan.

"Anggap aja 6 bulan terakhir, aku kerasukan dan bersedia mendengar bualan loe, but since today, never call me or chat me again, go away from my life forever!! Thanks sudah memberiku pelajaran bahwa cowok itu pembual dan penuh muslihat bahkan yang tampak setengah dewa sekalipun. Thanks and good bye, Erfan." tegasku.

Namun dia tidak menyerah, akhirnya aku gunakan cara super halus untuk membuatnya pergi dari kehidupanku selamanya.

"Dear Mas Erfan,

Terima kasih atas kehadirannya dalam jejak kehidupan seorang Gisha, atas waktu yang telah kau luangkan selama 6 bulan ini, atas kata-kata puitis yang membuatku tersenyum, atas canda saat chatting dan tawa yang kau bagi melalui telepon dan kejutan yang kau berikan pada hari ulang tahunku.

Terima kasih atas lukisan indah dalam kanvas kehidupan seorang Gisha. Namun sepertinya Allah tak mengijinkan kisah kasih ini, sebaiknya kau lanjutkan kehidupan sempurnamu bersama wanita pilihan keluargamu. Aku harap kau akan berbahagia bersamanya dan semoga langgeng selalu. Hargailah kisah cinta diantara kita selama 6 bulan ini dengan menjaga ikatan suci pernikahanmu. Thanks a lot for everything and good bye.

Hormatku, Gisha

****** ending *****


Terkadang, cinta memang membuat kita sakit, sedih dan berduka. Namun tatkala derita cinta melanda. Ingatlah satu hal, jangan membenci ataupun menyesali yang telah terjadi.
Cukup tatap masa depan, rekonstruksi kehidupanmu.
Dan mengenai kisah cintamu, cukup ingatlah segala kenangan manis dan indah bersamanya, ingatlah usaha yang pernah dilakukan demi membuatmu tersenyum.
Ingatlah kegilaan yang pernah kalian lakukan bersama.

Dan yang muncul adalah rasa terima kasih yang berlimpah padanya yang mungkin telah menyakiti kita dalam sehari.
Namun ingatlah bahwa dia yang telah menyakiti dalam sehari itu, pernah membuat kita tersenyum sepanjang hari selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Jadi, lepaskanlah kenangan buruk. Cukup ingat bahwa semuanya.adalah proses pembelajaran. Dan yakinlah, akan kau temukan kebahagiaanmu esok hari, asalkan kau siap untuk membuka hati.

SEMUANYA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA.
Tetep semangat.

Writing by Riendra Siswin R.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Sebait kata pinus dan embun


Seberkas cahaya terpancar dalam kosongnya hati
Kutatap secerca sinar yang terpendar dalam gelapnya jiwa
Kususuri dalam kesunyian hati
Kucari sosok dibalik sinar yang terpantul

Berpuluh-puluh langkah kutapaki jalan menemukan secerca asa
Masih kutemukan kosongnya asa dan tujuan hidup ini
Harus berlari sejauh mana lagi tuk temukan jatidiri
Kutemui berbagai macam sumber sinar yang kuharap membuka asaku

Namun bukan asa yang kuperoleh
Torehan luka dan sayatan dalam hati yang makin mengecil

Hingga tak mampu kususun kembali serpihan hati yang terlanjur remuk
Hingga asa tuk menjalani sebuah hidup sebatas atas syukur nafas dr Allah
Atas karunia Allah yg masih tercurah

Namun seiring waktu
Sebuah asa mulai tumbuh
Kala hadir sosok penenang jiwa dalam kesunyian
Yang membawa setitik cahaya kecil
Dalam pekatnya palung hati

Asa pun mulai terpupuk
Tujuan pun mulai terlukis
Namun tatkala sang penenang jiwa meski sekejap
Pernah mengabaikannya

Asa yg terbangun pun remuk seketika itu
Tujuan pun tiba2 terbuyarkan
Jiwa kosong itupun mulai kembali merengkuh
Kesunyian itu mulai hadir kembali
Pelukan akan dinginnya kehampaan mulai mendekap
Bahkan senyum sang penyejuk jiwa yang dulu mampu menyirami gersangnya hati
Sudah tak sanggup membasahi taman yang mengering

Sekarang...apa daya hati yg bagai pinus kering di tengah rimbunnya hutan penuh dedaunan
Pinus itu hanya mampu tetap tegar berdiri meski tetap memandang rindangnya hutan
Meski terperihkan tubuh yg mengering

Senyum itu kan terpancar dlm keringnnya raut wajah sang pinus
Dan ketegaran sang pinus mulai terobati
Kala setetes embun penyejuk membasahi kulit keringnya

Walau setitik namun ia mampu membasahi tiap celah bagian sang pinus
Karena belaian sang embun penuh ketulusan
Yg berasal dr murninya cinta

Sang embun tak akan mengering
Walau terik sombong sang surya mengecupnya
Walau sang pinus tak menghiraukan sentuhan lembut sang embun

Tapi ia tetap membelai sang pinus dengan kasih sayangnya
Hingga akhirnya sang embun pun menguap
Kala waktu menyapanya
Namun segaris indah telah ia torehkan didalam jiwa sang pinus

Kini sang embun pun hanya menjadi kisah lama
Yang tak akan pernah hadir lagi
Walau sang pinus mulai merindukan kehadirannya

Dan sang pinus hanya mampu berkata
Inilah diriku dengan kesendirianku
Takkan ada yg sanggup memahamiku selain penciptaku

Karna hanya penciptaku yg takkan lelah tuk menyapaku
Karna hanya penciptaku yg selalu hadir dalam setiap helaan nafas yang Dia berikan di setiap pagi

Kala biasanya sang embun menyapa
Pinus takkan lelah menatap awan dan memandang sang udara

Berharap embun kan memberinya senyuman manis
Berharap embun mulai menyapa hari harinya
Berharap embun kan bersemayam dalam relung jiwa keringnya

Lalu setitik embun pun hadir
Kala udara mulai membeku
Sosoknya kini beda karna ia terbentuk dr serpihan sang waktu

Dan kini sang embun pun mulai memberikan kesejukan
Dlm keringnya hati sang pinus
Ia tetap ada dan akan ada walau sang pinus mengabaikannya

Sang embun sadar
Ia hadir tuk memberi kehidupan
Ia hadir tuk memberi kesejukan
Ia hadir tuk mengobati luka
Ia hadir tuk menghiasi keindahan pada sang pinus

Itulah sosok embun yang kan tetap bersemayan dalam jiwa sang pinus
Karna ia sadar sang pinus adalah bagian dr dirinya

13 august 2016
By
Bakasai and Riendra

Selasa, 21 Juni 2016

Sajak buat yg B'day


Detik berlalu berganti menit
Menit pun mengalun dalam putaran waktu
Hingga hari demi hari terlewatkan
Bulan pun berganti tahun

Usia tak terasa terpakai seiring perjalanan waktu
Umur pun makin berkurang seiring perayaan ulang tahun

Sejuta riuh terompet terdendangkan
Dalam indahnya perayaan birthday
Haruskah kita terbahagiakan
Ataukah justru bersedih

Bahagia atas bertambahnya usia
Atau sedih karna berkurangnya jatah hidup ini
Bangga dengan pencapaian dalam usia ini
Ataukah sedih atas tersia-siakannya sang waktu

Ceria atas pencapaian kualitas diri
Ataukah murung atas meruginya jiwa yang tak berubah

Muhasabah diri dalam terompet kejutan
Daripada tersadar dalam tiupan sangsakala Izroil

Oh wahai insan dunia
Perbaiki selalu tawakkalmu
Bersyukurlah atas karunia waktu
Waktu yang diberikan Sang Maha Pemilik Waktu

Jumat, 17 Juni 2016

Sukses itu Pilihan, aku pilih jadi Orang Sukses yang bijak, kamu??

Kehidupan adalah sebuah proses pembelajaran yang penuh perjalanan. Detik demi detik terlewati dan pastinya akan ada sebuah pembelajaran yang diperoleh. Sesederhana apapun itu pastilah ada hikmah dari sebuah kejadian.

Selama 24 jam kita lalui setiap momen dengan penuh perencanaan maupun tanpa plan. Namun yang pastinya akan ada hal-hal tak terduga yang mengetuk perjalanan kita.

Dan biasanya hal tak terduga itulah yang akan melatih kedewasaan kita, dalam hal bersikap dan bereaksi pada kondisi yang dihadapi.

Terutama pada kondisi dengan nuansa dan aura negatif seperti sebuah musibah, kecelakaan, kehilangan Seseorang, patah hati, dikhianati, dihina atau ditindas dan segala bentuk keadaan negatif lainnya.

Pada kesempatan ini, akan kita bahas mengenai PILIHAN. Segala kondisi baik positif penuh kebahagiaan maupun negatif yang penuh kesedihan, pasti akan menyelimuti kehidupan kita. Karena itulah perputaran roda kehidupan.

Namun apa yang membedakan orang sukses dan pecundang??
Apa yang membedakan orang cerdas dengan orang bodoh??
Apa yang membedakan orang bijak dan orang  tolol??

PILIHAN dalam menjalankan kehidupannya.
Langkah yang dipilih saat tertimpa sebuah permasalahan.

ORANG SUKSES melihat tembok penghalang mimpi sebagai TANTANGAN yang harus ditaklukkan, entah dengan memanjat maupun menghancurkan tembok tersebut.

Bagaimana dengan LOSER/ PECUNDANG??

Dia hanya akan melihat jeruji besi dimanapun dia melangkah, hanya akan ada tembok-tembok penghalang.

Dia hanya akan menemukan jalan buntu, atau pintu yang tertutup, hingga dia akan berbalik arah dan kembali ke titik awal atau berdiam di tempat hingga ada seseorang yang membukakan pintu itu baginya.

Mindset yang merasa terkekang itulah yang mengurungnya. Hingga dia tak mampu melihat tangga yang ada ditembok tersebut.

Hingga dia tak mampu melihat kunci yang menggantung di atas pintu tertutup tersebut.
Dia juga tak mampu melihat tali yang menggantung di deretan tembok penghalangnya.

Karena dia terlalu terpaku pada apa yang nampak, tanpa berusaha menggali lebih jauh atas sebuah permasalahan.

Para pecundang itu bagaikan orang yang terjebak dalam sebuah labirin yang sangat rumit, hingga dia berpikir tak akan sanggup keluar dari kondisi kenyamanan yang dia rasakan saat itu.

Jadi Orang Sukses adalah orang yang melihat lampu Hijau di persimpangan jalan.

Sedangkan Pecundang adalah orang yang hanya melihat lampu Merah di persimpangan, bahkan dimanapun dia berada.

Namun ingatlah, jadilah Orang SUKSES yang BIJAK.

Karena melihat lampu hijau dimanapun juga tidak baik, karena bisa kebablasan dan menjadi salah arah.

Bisa-bisa makin terperosok dalam jurang kegagalan jika selalu melihat lampu hijau tanpa perhitungan dalam melangkah.

Untuk itu, diperlukan sebuah KEBIJAKAN dalam bersikap, dengan demikian rambu kuning akan mengiringi setiap langkah kita menuju kesuksesan.

Melalui Kebijakan itulah, kita bisa melangkah dengan sangat mantap tanpa keraguan. Karena dalam sebuah kebijakan tersirat kebaikan.

Dan kebaikan selalu membawa kedamaian dalam hidup.

Jadilah orang sukses yang bisa hidup damai.

Jadi, salam sukses dan semoga kita adalah bagian dari orang-orang sukses yang bijak.

By. Riendra Siswin R
Malang, June 17th, 2016


#onedayonepost
#ODOP
#Motivasi
#motivasisukses
#menujusukses

Kamis, 16 Juni 2016

Sajak di senja hujan

Rintikan hujan badai yang menerpa kotaku...
Seakan memahami apa yang dialami para pelukis mimpi
Menelusur dalam kebisingan terpaan hujan yang melanda
Menerawang imaji kedalam relung sukma

Muncullah tanya akan kedukaan yang melanda
Apakah gerangan penyebab duka di hati
Yang menelisik tanpa disadari
Hanya seberkas lubang kesedihan mulai nampak

Secercah rasa hilangnya asa atas sebuah mimpi
Kedukaan atas sirnanya rona ceria dalam kanvas yang tertoreh
Buramnya aura yang tergores dalam kanvas kehidupan

Pelangi kehidupan pun mulai memudar
Indah sinar mentari mulai terselimuti kabut kelam

Oh.....wahai pelangi
Kapankah engkau bersinar kembali
Dalam rona warnamu yang penuh keindahan

Aku yang terdiam disini
Hanya mampu berjalan mundur
tuk menyusuri jejak jejak keindahan yang terlukis

Mengharapkan akan menutup jejak yang tergores
Agar luka tak dapat lagi tertorehkan
Agar pena emas kan menorehkan indahnya pelangi kehidupan

Rabu, 15 Juni 2016

Sepucuk salam rindu


Detik berdetak seiring perputaran sang raja hari
Melangkah dalam rana kehidupan penuh kebisingan
Menutup segala kenangan yang berlalu
Menghapus seberkas jejak kehidupan yang pernah terukir

Tatkala keheningan mulai menyeruak dalam relung sukma 

Tersadarkan akan hadir sang kehampaan
Kesunyian dalam penantian atas perputaran sang raja hari
Akankah waktu segera berlalu ke masa penentuan

Mengharapkan akan hadirnya seberkas bayang semu

Menanti sapaan hangat dari sang mentari pagi
Tuk melepas segala pekat atas rengkuhan sang rembulan malam
Mencairkan kebekuan dalam taman keterpakuan

Wahai yang tak sanggup kusapa
Melalui mentari pagi kutitipkan salam hangatku
Awali harimu dengan penuh senyum kebahagiaan
Lukislah pelangi dalam kanvas kehidupanmu

Torehkan tinta emas kesuksesanmu
Titihlah tangga menuju kecemerlangan
Rengkuhlah beban demi menguji peluangmu
Tantanglah sang petualang untuk melangkah dalam jurang


Jurang penuh kesempatan dalam kemajuanmu
Melompatlah dalam jurang peluangmu
Yakinlah tak selamanya jurang menakutkan
Karna ada tangga penyelamat di seberang jurang

Dan bersiaplah tersenyum dalam kebahagiaan
Merengkuh segala peluh keringat dalam kepuasan
Memandang indahnya sebuah proses pembelajaran
Menikmati kesuksesan dalam kedamaian

By. Riendra Siswin R
Malang, june 15th, 2016






Sabtu, 11 Juni 2016

Surat buat para kekasih pencari cinta

Wahai sang pujaan hati, tatkala mendengar indah buaian kata manismu. Bidadari buruk rupa akan terbang melayang ke dunia imaji penuh asa, bahkan sang bidadari super menawan pun akan terbuai akan indah pujian dan perlakuan istimewa sang pemuja sejati.

Tatkala janji saling terucap, saat itulah akan menjadi momen dunia serasa milik berdua (helloww..maksud loe?? Yang lain pada ngontrak gituch?? Seharinya berapa bu?? Wkwkwk.....sorry .... jadi gagal fokus, lets continue).

Seiring berjalannya waktu maka keindahan itu akan mulai terusik akan masalah komitmen, keluarga, status, pekerjaan, strata sosial, dan seabreg urusan duniawi lainnya.

Perlahan namun pasti segala hal bersifat materil pun mulai mengganggu indahnya cinta yang tak kenal embel-embel apapun.

Firstly, pihak keluarga pasti akan mulai menanyakan. Siapa kekasih kita, bagaimana latar belakang dan level keseriusannya.

Secondly, akan menanyakan apa tujuan masa depan kalian dan bagaimana.
Namun dikala ada pihak yang mulai melangkah untuk mengusik hal tersebut, maka disitulah akan tampak seberapa besar keseriusan dan harus dibawa kemana.

Apakah kamu dianggap sebatas temen having fun, temen sepintas lalu atau memang kamu dijadikan bagian dari impian masa depannya.

Disinilah akan muncul banyak alasan, kebohongan, janji manis hingga janji palsu bahkan bisa meretakkan sebuah hubungan yang sudah terjalin, tak peduli berapapun usia hubungan tersebut. Baik masih seumur jagung maupun sudah bertahun-tahun.

Lantas apa yang menjadi pengokoh cinta demi menahan terpaan fenomena badai materialistis yang muncul terhadap sebuah hubungan.

Komitmen yang diikuti dengan pembuktian, bila sebatas komitmen maka berhentilah sejenak and think twice.... pikirkan lagi apa pasangan anda benar-benar sejalan dan menjalani impian layaknya impianmu.

Namun bila komitmennya seiring sikap dan perbuatan yang ditunjukkannya, maka genggam erat tangan yang berusaha merengkuhmu.

Melangkahlah bersama dirinya, ukirlah kisah kehidupan kalian dengan pena emas yang melukis pelangi kehidupan dalam kanvas indahnya mahligai pernikahan.

Meski hal itu takkan mudah, tau kenapa??
Karena kita hidup dalam kemajemukan masyarakat yang memiliki beragam pandangan.  Tak semuanya mengakui sebuah cinta sebagai keagungan.

Justru banyak yang mengagungkan Harta, Tahta dan status sosial sebagai keagungan diatas segalanya.

Bila badai ini mengguncang kalian para kekasih yang sudah mengikat komitmen suci, maka kokohkan pegangan kalian dan hadapi badai itu bersama-sama.

Sambutlah perang keagungan itu dengan pedang kepercayaan dan perisai keteguhan kalian, serta berkendarakan cinta suci dan ketulusan bersama.

Maka, langkah terakhir yang harus kalian tempuh selanjutnya. Majulah bersama doa yang selalu mengiringi setiap langkah kebahagiaan yang kalian impikan.

~~~~~~~~

Ganbatte buat kalian para kekasih yang mencari cinta.
Trust that love never wrong, cause its essensial of life.

#onedayonepost
#ODOP

Jumat, 10 Juni 2016

Asa tanpa harap

Hari demi hari terlewati
Melalui secawan impian
Mengais sebutir asa kehidupan

Melewati hari dengan sapaan manis
Melalui goresan pena elektronik
Kau lukiskan sejuta senyum diwajahmu

Pelangi slalu kau lukis dalam benak penikmat karyamu
Mewarnai tiap kekosongan hati yang mendera
Membuka keindahan dalam pesona kelembutan

Wahai sang pelangi
Sambutlah sang mentari dengan senyuman
Peluklah sang raja hari dalam keteguhanmu
Percayalah jiwa yang kau sapa
Takkan lelah tuk menunggu pelangi
Menyambut indahnya mentari bersinar

Jumat, 03 Juni 2016

Aku tulang rusukmu, bukan pembantumu

Keindahan mentari yang mulai menyingsing di ufuk barat, lengkap dengan pesona sinar orange yang memancar di atas langit kotaku. Masih tak mampu menghapus lelahku atas rutinitas kerja di salah satu kantor pendanaan atau Finance di kota kelahiranku.

Suara deru mesin dari kendaraan para pengais rejeki yang hampir senasib denganku pun terdengar saling bersahutan, pertanda ingin segera sampai di tempat peraduan terindah. Sembari menunggu detik demi detik, meter demi meter agar segera tiba di rumah indah yang bernama keluarga.

Imajinasi pun sedikit melayang membayangkan sebuah kenyamanan merebahkan tubuh yang lelah ini dalam sofa bernuansa kuning kecoklatan, ditemani secangkir kopi hangat yang beraroma khas latte favoritku dan tak lupa alunan musik accoustic dari para musisi dunia.

"Hmmm....sungguh perfecto." gumamku sembari menunggu lampu hijau di salah satu perempatan yang memiliki waktu tunggu terlama menurutku.

Tin tin tin tin ......

Suara klakson mulai terdengar bersahutan saat lampu hijau. Aku pun mulai menjewer telinga dari motor Vario Merah favoritku,  kulalui kemacetan demi kemacetan dari sudut kotaku. Perjalanan selama 20 menit menuju kerumah aku habiskan untuk menghibur diri atas permasalahan kantor hari itu yang sungguh ribet dan cukup menguras emosi.

"Alhamdulillah, Griya Muslim! Akhirnya sampai juga" teriakku lebay saat melihat pintu gerbang perumahanku. Akupun segera memasuki komplek perumahan dan memakirkan sepeda di teras rumah.

Yah, disinilah rumah singgahku meski bukan perumahan mewah justru bisa dibilang aederhana namun aku bangga bisa membeli rumah ini meski masih mencicil dengan keringatku. Aku adalah Nayla Wulansari, seorang supervisor wanita yang terkenal tegas dalam pekerjaan namun seorang istri yang lembut.

"Assalamualaikum, mas Iqbal." Salamku pada suami yang kunikahi 2 bulan lalu, sambil masuk rumah dan mencari-cari keberadaan suamiku. Namun, saat aku mulai berjalan 3 langkah, yang kutemukan hanya lantai yang masih kotor karena tumpahan makanan burung, baju berserakan, sangkar burung yang berjajar tidak beraturan.

Kulanjutkan langkahku menuju ruang keluarga, kutemukan suamiku sedang bersantai melihat televisi sedangkan rumah masih penuh dengan cucian kotor, rumah berantakan,dll.

"Asyik bener liat tv-nya?? Sampai salamku tak dijawab!!" Sapaku pada pria hitam manis yang masih asyik lihat acara stand up comedy show di salah satu statiun TV Nasional.

"Oh iya, waalaikumsalam my honey. Sebentar yach, ini lho lagi asyik lihat acara komedi buat hilangkan jenuh." Sahutnya tanpa melihatku dan asyik dengan keripik singkong yang disantapnya sedari tadi.

"Itu sangkar burung kenapa berantakan di ruang tamu yach??" Tanyaku keheranan karena rumah yang tadi pagi sebelum berangkat sudah aku pastikan bersih, kenapa jadi kayak kandang kuda yach(#baca---berantakan).

"Oh iya, tadi siang ada tetangga main dan lihat-lihat gitu!! Makanya aku turunin dan tidak balik ke tempat seharusnya. Belum sempat!! Ntar aja kalau lagi gak sibuk!!" Jawabnya ketus.

"Oh gitu.... emang sibuk apa aja sih dari tadi??" Tanyaku lembut pada pria yang sudah menjadi pengangguran sejak 2 minggu sebelum pernikahan kita. Mas Iqbal resign dari kantornya di Karawang dulu demi aku. Karena aku tidak mau melepas pekerjaanku dan memang kalau dari segi posisi jabatan terlalu disayangkan kalau pekerjaanku harus dilepas.

"Ya pokoknya sibuklah, memang kamu saja yang punya kesibukan!!" Jawab Iqbal dengan nada tinggi.

"Oh, maaf mas Iqbal. Nay hanya ingin bertanya. Okay, silahkan dilanjutkan kesibukan di depan TV-nya. Biar Nay yang beresin semuanya." Jawabku lirih sambil menahan air mata yang mulai berkaca-kaca saat mendengar teriakan mas Iqbal.

Meski dengan segala kelelahan di raga ini, kubersihkan setiap jengkal kekacauan yang ada di dalam rumah, mulai dari beresin sangkar burung peliharaan mas iqbal, menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju hingga menyetrika. Aku harus bereskan di malam itu juga. Bahkan cacing di perutku yang sedari siang tadi memberontak pun aku abaikan hingga aku baru selesai sekitar jam 19.30 wib.

Belum selesai menjemur cucian, aku dengar suara teriakan dari ruang keluarga.

"Sayang, kamu buatin aku makan malam dulu gih. Ketawa melulu dari tadi liat nich acara, perutku jadi lapar!!" Pinta mas Iqbal tanpa menghiraukan aku yang masih bersibaku dengan seabrek pekerjaan.

"Iya, sebentar." Sahutku singkat sambil meletakkan cucian dan segera menuju kulkas yang ada di dapur. Beruntung aku bisa menemukan sedikit bahan makanan untuk diolah. Karena kelelahanku siang itu membuatku lupa untuk belanja buat makan malam.

Dengan cekatan aku buatkan tumis brokoli dan kroket daging. Tak selang berapa lama aku siapkan semuanya di meja makan. 

"Mas Iqbal, makan malam sudah Nay siapkan di meja makan."ucapku sambil berlalu dan melanjutkan cucian baju yang masih belum kelar.

"Oh, iya. Makasih honey. Lanjutin beres-beresnya yach!!" Sahut pria itu tanpa rasa bersalah atau sedikit kepedulian padaku.

Sambil menangis akupun melanjutkan pekerjaan rumahku sambil sedikit berbicara sendiri dalam benak.

"Kenapa kamu berubah seperti ini mas Iqbal??
Dulu kamu selalu mengkhawatirkanku, apa Nay sudah makan?? 

Apa Nay gak kecapekan?? Nay, jangan capek-capek yach kalau kerja??

Apa kamu membenciku sekarang??
Bukankah kau berjanji , bahwa dalam cinta ini kita lakukan segalanya bersama!!
Segala suka duka kita tanggung bersama??
Mana janjimu??

Setiap aku memintamu berbagi tugas rumah, terutama selama kamu diam dirumah, namun hanya keluh kesahmu akan sulitnya mendapat pekerjaan.
Aku pun diam dan gak pernah mengungkitnya lagi!!

Masih kurangkah pengorbananku??
Aku tak pernah menuntutmu menafkahi aku dengan uang!!
Karena aku tahu kamu masih berpenghasilan tak tetap atas bisnis jual beli burung!!

Aku pun tak pernah meminta sepeserpun, berapapun kau beri aku, aku selalu menerima dan menghargainya bahkan sangat bahagia atas itu!!

Aku cukupkan segala kebutuhanmu!!
Aku gak menuntut banyak darimu....
Aku tak meminta rumah mewah, berlian yang berkilau...

Cukup bantu aku semampumu....
Cukup support aku dikala aku terjatuh
Cukup jadilah sandaranku saat aku lelah

Cukup sambut aku dengan senyuman hangat
Cukup bantu aku mengerjakan hal sepele di rumah
Kita kerjakan semuanya bersama-sama seperti janjimu dulu

Ingat...
aku istrimu yang seharusnya kau lindungi dan kau rawat dengan baik
bukan pembantu yang mengurusimu 24 jam

Aku kekasihmu yang seharusnya mendapat kasih sayang dan perhatianmu
Bukan mesin pencetak uangmu yang bisa dimintai uang seenakmu

Aku tulang rusukmu yang seharusnya kau bimbing dan kau rengkuh
Bukan pelayan yang kau suruh bekerja nonstop 24 jam

Bahkan pelayan saja punya jam kerja sebatas 8 ato 12 jam perhari.

Aku juga manusia yang perlu istirahat
Aku juga manusia yang perlu perhatian dan kasih sayang
Aku juga manusia yang ingin bersenang-senang
Aku juga manusia yang ingin punya kebebasan waktu buat ME TIME...

Sepanjang malam aku beres-beres sambil meratap dan terus menitihkan air mata. Namun apa dayaku sebagai seorang istri yang terlanjur mengikat janji dihadapan keluarga dan orang-orang yang mencintaiku demi menjalin hubungan bersama orang asing yang awalnya aku kira sangat menyayangiku. Meski dia tak pernah berpaling pada wanita lain. Namun sikapnya selama 2 bulan pernikahan kami benar-benar menyiksa lahir dan batinku.

~~~~~~~~~ End Story ~~~~~~~~~

Buat kalian para pria ataupun para suami, pahamilah...bahwa wanita adalah wanita rapuh namun sekaligus tegar dan tangguh.

Rapuh karena dia perlu sandaran dan perhatian serta kasih sayang kalian.
Tegar karena dia mampu menyembunyikan kesedihan, kekecewaannya pada kalian.
Tangguh karena dia sanggup mengurusi kamu hampir 24 jam nonstop sepanjang hari tanpa menunjukkan rasa lelah, letih dan kecapekan yang teramat sangat.

Sekarang kami para wanita bertanya, sanggupkah kalian seperti kami?? Sanggupkah kalian menjadi atau berada pada posisi Nay??
Bila tidak, maka ingatlah....

Perlakukan istrimu selayaknya mereka seharusnya diperlakukan.
Istrimu adalah pendampingmu bukan pembantumu.

Istrimu adalah kekasihmu dan tulang rusukmu, jadi jangan sekali-kali menginjaknya atau merendahkannya karena dia harusnya ada disampingmu.
Istrimu adalah ibu dari anak-anakmu yang akan menjadi pendidik mereka bukan baby sitter.

#onedayonepost late post for 27 april 2016
#ODOP
#cerpen

Review foundation budget 150k

Hai blogger readers, Aku bukan seorang beauty blogger profesional, namun cukup mencintai dunia makeup sebatas hobby dan kebutuhan haria...